Pemakaman Gus Dur Dikembangkan Jadi Kawasan Wisata
"Sekarang ada industri pemakaman di sini, karena hari biasa ada 2.000 peziarah yang datang dan pada akhir pekan atau Ahad ada 7.000-8.000 peziarah, sehingga setahun bisa satu juta orang," kata Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Shalahuddin Wahid, di Jombang, Jawa Timur, Jumat (27/8).
Hal itu dikemukakan Shalahuddin atau Gus Sholah, saat menerima kunjungan Menteri Perindustrian MS Hidayat yang berziarah ke makam Gus Dur yang berlokasi di dalam pesantren Tebu Ireng.
Gus Sholah mengatakan, melihat potensi peziarah yang besar itu, pihaknya berencana mengembangkan pemakaman Gus Dur dan KH Hasyim Ashari sebagai kawasan wisata religi, yang juga dilengkapi dengan perpustakaan Gus Dur, halaman parkir yang luas, kantin, kios, ruang tunggu supir, dan MCK (mandi, cuci, kakus).
"Itu (jumlah peziarah) merupakan peluang, cuma kami tidak terbiasa mengurus potensi pasar yang besar itu, bagaimana membaca potensi itu, menggalinya dan merealisasikan peluang yang ada," katanya.
Karena itu, ia meminta bantuan Kementerian Perindustrian untuk membantu merelealisasikan peluang bisnis tersebut. Gus Sholah memperkirakan untuk membangun kawasan wisata tersebut membutuhkan investasi sampai Rp200 miliar yang pendanaannya diharapkan berasal dari bantuan pemda baik kabupaten, provinsi, maupun kementerian.
Menanggapi hal itu, Menperin MS Hidayat mengatakan akan membantu membuat konsep pengembangan maupun teknis, serta mengusulkan memasukkan kurikulum kewirausahaan dalam pengajaran di pondok pesantren Tebu Ireng.
"Selain pelajaran keagamaan, di pondok pesantren juga bisa dimasukkan nilai modern seperti kewirausahaan," katanya.
Dengan demikian, kata dia, para santri bisa memanfaatkan bakat wirausahanya di kawasan wisata pemakaman Gus Dur tersebut.(Ant/RIZ)



