Kemenbudpar Setuju Bangun Kompleks Makam Gus Dur

Sosbud / Senin, 30 Agustus 2010 20:12 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) setuju untuk membangun kompleks pemakaman mantan Presiden Kiai Haji Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur.

"Kami sangat setuju usul DPR tentang pembangunan kompleks makam Gus Dur karena sebagai bentuk realisasi kita menghormati pemimpin pendahulu kita," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik setelah rapat kerja dengan Komisi X DPR di Jakarta, Senin (30/8).

Ia mengatakan, seluruh masyarakat di tanah air harus menghormati para pemimpin pendahulu terlepas dari apa pun karena mereka adalah pemimpin bangsa pada zamannya.

Wacik mencontohkan, bangsa Indonesia harus menghormati semua mantan presidennya baik Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, Gus Dur, dan Megawati.

"Kalau sekarang ada reformasi gelombang kedua, maka inti pokok yang harus dilakukan di antaranya adalah menghormati para pemimpin bangsa," kata Wacik.

Pihaknya sepakat untuk membangun kompleks pemakaman Gus Dur sebagai wujud penghormatan tersebut. Selain itu, penghormatan terhadap para pemimpin pendahulu, merupakan salah satu upaya untuk membangun karakter bangsa.

Sebelumnya, Komisi X DPR RI dalam raker dengan Menbudpar dan jajaran pejabatnya meminta agar kementerian itu menata dengan baik kompleks pemakaman Gus Dur. Hal itu karena terjadi indikasi peningkatan jumlah peziarah dari hari ke hari.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Shalahuddin Wahid, di Jombang, Jawa Timur, akhir pekan lalu, mengatakan, pemakaman Gus Dur akan dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu yang tidak hanya memiliki nilai sosial budaya, tapi juga ekonomi dengan investasi sekitar Rp200 miliar.

"Sekarang ada industri pemakaman di sini, karena hari biasa ada 2.000 peziarah yang datang dan pada akhir pekan atau Minggu ada 7.000-8.000 peziarah, sehingga setahun bisa satu juta orang," katanya.

Gus Sholah mengatakan, melihat potensi peziarah yang besar itu, pihaknya berencana mengembangkan pemakaman Gus Dur dan KH Hasyim Ashari sebagai kawasan wisata religi, yang juga dilengkapi dengan perpustakaan Gus Dur, halaman parkir yang luas, kantin, kios, ruang tunggu sopir, dan MCK (mandi, cuci, kakus).

Karena itu, ia meminta bantuan Kementerian Perindustrian untuk membantu merelealisasikan peluang bisnis tersebut. Gus Sholah memperkirakan untuk membangun kawasan wisata tersebut membutuhkan investasi sampai Rp200 miliar yang pendanaannya diharapkan berasal dari bantuan pemda baik kabupaten, provinsi, maupun kementerian.(Ant/BEY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *