Kasus Keracunan di Sulsel Murni Kecelakaan

Nusantara / Kamis, 2 September 2010 23:09 WIB

Metrotvnews.com, Makassar: Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Inspektur Jenderal Polisi Johny Wainal Usman menyatakan kasus keracunan yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia di Kabupaten Barru itu tidak disengaja oleh pembuat kue.

"Untuk sementara kita belum menemukan adanya unsur kesengajaan dari pembuat kue dalam mencampur bahan makanannya dengan arsenik," katanya di Makassar, Kamis (2/9).

Ia mengatakan, kandungan arsenik atau racun pembasmi hama, seperti tikus dan pengganggu hama lainnya ditemukan dimuntahan para korban keracunan warga Desa Patappa, Pujananting, Barru, Sulsel.

Menurutnya, kandungan arsenik tersebut melebihi batas normal, sehingga diduga sebagai penyebab meninggalnya delapan warga di Desa Patappa itu. "Berdasarkan pemeriksaan Laboratorium Forensik, dosisnya terlalu besar sekitar 1,7 miligram per liternya," ujarnya.

Belasan warga Desa Patappa mengalami keracunan setelah menyantap kue dadar gulung saat berbuka puasa pada Selasa (31/8). Akibatnya, delapan orang meninggal dunia.

Mantan Komandan Satuan Brimob Polda Sulselbar itu mengaku jika kue dadar gulung itu dibuat oleh Nurlaela. Pembuat kue ini juga meninggal dunia setelah memakan dadar buatannya itu tidak lama setelah beberapa korban lainnya tewas.(MI/BEY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *