Kasus Keracunan di Sulsel Murni Kecelakaan
Metrotvnews.com, Makassar: Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Inspektur Jenderal Polisi Johny Wainal Usman menyatakan kasus keracunan yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia di Kabupaten Barru itu tidak disengaja oleh pembuat kue.
"Untuk sementara kita belum menemukan adanya unsur kesengajaan dari pembuat kue dalam mencampur bahan makanannya dengan arsenik," katanya di Makassar, Kamis (2/9).
Ia mengatakan, kandungan arsenik atau racun pembasmi hama, seperti tikus dan pengganggu hama lainnya ditemukan dimuntahan para korban keracunan warga Desa Patappa, Pujananting, Barru, Sulsel.
Menurutnya, kandungan arsenik tersebut melebihi batas normal, sehingga diduga sebagai penyebab meninggalnya delapan warga di Desa Patappa itu. "Berdasarkan pemeriksaan Laboratorium Forensik, dosisnya terlalu besar sekitar 1,7 miligram per liternya," ujarnya.
Belasan warga Desa Patappa mengalami keracunan setelah menyantap kue dadar gulung saat berbuka puasa pada Selasa (31/8). Akibatnya, delapan orang meninggal dunia.
Mantan Komandan Satuan Brimob Polda Sulselbar itu mengaku jika kue dadar gulung itu dibuat oleh Nurlaela. Pembuat kue ini juga meninggal dunia setelah memakan dadar buatannya itu tidak lama setelah beberapa korban lainnya tewas.(MI/BEY)



