CMNP: Pembangunan Tol Depok-Antasari Mesti Lanjut
Metrotvnews.com, Jakarta: Pembangunan jalan tol Depok-Antasari sepanjang 21 kilometer yang dibangun PT Citra Marga Nushapala Persada (CMNP) Tbk bersama konsorsium harus berlanjut. Jalan tol itu dianggap sangat dibutuhkan masyarakat yang tinggal di kawasan Depok, Jawa Barat, untuk menuju Jakarta.
"Harus berlanjut. Tetapi kami harus melaksanakan dengan perhitungan yang cermat mengingat masalah tanah masih menjadi kendala dalam investasi di jalan tol," kata Direktur Operasi CMNP Hudaya Arryanto di Jakarta, Ahad (5/9).
Hudaya mengatakan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 6 Tahun 2010 tentang pedoman evaluasi penerusan pengusahaan jalan tol CMNP telah mengajukan sejumlah usulan yang konstruktif terhadap rencana pembangunan jalan tol.
Dia menyampaikan sejauh ini pemerintah masih memberikan dukungan terhadap kelanjutan proyek ini meskipun belum memberikan solusi terhadap pembebasan tanah. "Kalau kondisi perusahaan termasuk pendanaan tidak masalah. Persoalannya terletak kepada harga tanah yang sulit untuk dikontrol," kata Hudaya.
Hudaya mengatakan, CMNP saat ini berharap pemerintah mengeluarkan undang-undang pengadaan tanah bagi fasilitas umum untuk memberikan kepastian mengenai harga tanah. "Kalau saya dengar DPR sangat aspiratif terhadap rencana diterbitkannya undang-undang ini, sepanjang draft usulan kami tidak diubah-ubah," ujarnya.
Hudaya mengatakan, untuk soal tanah investor berpegang kepada kepastian harga serta tetap diperkenankan melaksanakan pekerjaan apabila harga ternyata belum putus saat waktu yang sudah ditentukan.
Direktur CMNP Daniel G. Rekso dalam acara buka puasa bersama, Jumat (3/9) mengatakan, pelaksanaan pembangunan jalan tol Depok - Antasari harus dilaksanakan dengan sangat hati-hati mengingat risiko ketidakpastian masih tetap tinggi.
"Tidak hanya harga tanah, harga konstruksi juga harus diperhitungkan dengan cermat agar kasus seperti di Tol Waru - Juanda tidak terulang," katanya.
"CMNP membangun tol Waru - Juanda dengan problem ketidakpastian harga tanah dan konstruksi, setelah beroperasi ternyata lalu lintas tidak sesuai harapan," ujar Daniel.
Dia mengatakan, akibatnya CMNP harus merestrukturisasi utangnya karena pendapatan dari tol tidak sesuai harapan dari target 50.000 kendaraan per hari ternyata hanya tercapai 25.000 kendaraan saja.
"Beruntung kami berhasil melakukan negosiasi kepada bank pemberi kredit untuk merestrukturisasi utang setidaknya dalam jangka waktu enam tahun pertama cukup membayar bunga, setelah itu enam tahun selanjutnya barulah menyelesaikan prinsip utang," ujarnya.
Berdasarkan pengalaman ini, pihaknya berhati-hati menangani tol Depok - Antasari, apalagi harga tanah sudah di atas rencana bisnis awal yang seharusnya Rp700 miliar saat ini sudah mendekati Rp2 triliun.
Hudaya mengatakan, keberadaan undang-undang pembebasan tanah setidaknya memberikan kekuatan kepada pemerintah untuk lebih tegas dalam melaksanakan pembebasan tanah.
"Kami berharap dengan kebijakan baru di sektor pertanahan maka jalan tol Depok - Antasari akan dibangun pada periode 2013 - 2014 terutama untuk seksi awal yang menghubungkan Cinere - Antasari.
Sementara Daniel mengatakan, perbankan seharusnya tidak menutup kendala di lapangan mengenai pembangunan jalan tol, sehingga persyaratannya juga harus fleksibel.
"Kasus tol Waru - Juanda yang harus direstrukturisasi tersebut, membuat perbankan nasional mengajukan syarat dan ketentuan yang sangat ketat untuk investasi di jalan tol," ujarnya.(Ant/BEY)




konsorsium mikirin keuntungan ....!!!
Pemda bukanya bela warganya malah ikut2an menekan warganya juga demi keuntungan .....!!!
coba bayangkan dari mulai sosialisasi sampai hari ini 7/3/11 belum jelas juga, apa proyek tsb jadi atau tidak ....
NJOP yang biasanya naik tiap tahun sudah beberapa tahun ini cenderung stabil ..... indikasinya sudah jelas (harga ganti rugi sesuai dengan NJOP).
Kalo sudah begini .... warga lagi yang dirugikan ....
kapan negara mau maju ....
konsorsium mikirin keuntungan ....!!!
Pemda bukanya bela warganya malah ikut2an menekan warganya juga demi keuntungan .....!!!
coba bayangkan dari mulai sosialisasi sampai hari ini 7/3/11 belum jelas juga, apa proyek tsb jadi atau tidak ....
NJOP yang biasanya naik tiap tahun sudah beberapa tahun ini cenderung stabil ..... indikasinya sudah jelas (harga ganti rugi sesuai dengan NJOP).
Kalo sudah begini .... warga lagi yang dirugikan ....
kapan negara mau maju ....
emang pada bego kontraktornya pada mikirin ke untungan bukan kwalitas..mendingan di putus aja kntraknya ma cnmp..yang urusannya seperti anak kecil...
Sukurrr sy bukan pejabat pem,..makin di tunda makin lebih mahal iya ga BOs...gimana tar anak cucu kita yang akan menaggung kenyataan hidup ini sekarang aja dah maceeeet. jadilah pemimpin yang bisa memberi contoh dalam kebaikan dan kebanggaan, minimal keluaga.
oh iya mendingan kita iklasin dan sabar.
nb: info aja,punya workshop kitchen set/ interior pesan aja ama sy:021.96365028___hihi sekalian sapatau iy g?