PPP Konsisten Dukung Pembangunan Gedung Baru DPR
Metrotvnews.com, Jakarta: Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) DPR konsisten mendukung rencana pembangunan gedung baru DPR. FPPP menyadari pembangunan gedung baru DPR sangat dibutuhkan guna meningkatkan kinerja DPR.
"Fraksi PPP sepakat mendukung pembangunan gedung baru dengan catatan benar-benar mencerminkan sebagai gedung parlemen yakni memiliki ruangan dan fasilitas yang menunjang peningkatan kinerja anggotanya," kata Wakil Sekretaris FPPP DPR Arwani Tomafi di Jakarta, Ahad (5/9).
Ia mencontohkan, ruangan yang sebaiknya ada di gedung baru DPR, antara lain, ruangan anggota, ruangan tenaga ahli, ruangan rapat, ruangan pengaduan masyarakat, ruangan sekretariat, termasuk ruangan media center.
Namun Fraksi PPP, tidak sepakat di gedung baru DPR ada ruangan-ruangan yang kurang mendukung peningkatan kinerja anggota seperti ruangan spa dan kolam renang.
"Kami mempertanyakan apakah ruangan spa dan kolam renang itu benar-benar ada dalam usulan pembangunan gedung baru," kata anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR yang turut membahas perencanaan gedung baru DPR.
Menurut dia, jangan-jangan ruangan spa dan kolam renang itu hanyalah isu yang diembuskan pihak tertentu untuk mementahkan usulan pembangunan gedung baru.
Soal nilai anggaran, menurut dia, angka Rp1,16 triliun untuk pembangunan gedung baru tersebut tidak terlalu mewah untuk menampung 560 anggota, plus sekitar 2.000 tenaga ahli dan sekretariat.
"Melihatnya jangan dalam perspektif jangka pendek, tapi hendaknya melihat dalam persfektif jangka panjang hingga 50 tahun ke depan," katanya.
Politisi asal Jawa Tengah ini mengakui, kinerja DPR saat ini masih lemah terutama pada bidang legislasi.
Ia mencontohkan, rancangan undang-unbang (RUU) yang masuk dalam prioritas program legislasi nasional tahun 2010 sebanyak 70 RUU.
Namun hingga akhir Agustus 2010, DPR baru menyelesaikan pembahasan tujuh RUU atau 10 persen dari target prolegnas 2010. Apalagi, selama masa tugas anggota DPR hingga 2014, kata dia, sudah merencanakan akan membahas sebanyak 248 RUU.
"Ini merupakan pekerjaan rumah yang besar bagi anggota DPR, bagaimana menyelesaikan RUU tersebut dengan hasil yang baik," kata Arwani.(MI/BEY)




kepala BODOH (susn UU ga beres2).. mau komen gedung sudah nyata2 ga beres dikatan beresss???? .... apa lebuh baik tanya pada SANG KODOK e e e SANG KODOK????>>>>> muntah darahh....
Gedung baru wajib di TUNDA sampai SELURUH RAKYAT di NKRI dapat hidup LAYAK. DPR fokus saja pada PEMBUATAN AZAS HUKUM PEMBUKTIAN TERBALIK kasus KORUPSI. Alasannya. . . . . . .,
MUHAMMADIYAH & NU telah mengKAFIRkan para KORUPTOR!!!, karena hidup KORUPTOR PENUH keMUNAFIKan dan MENYENGSARAKAN JUTAAN RAKYAT INDONESIA. Penanganan EFEKTIF adalah PERIKSA HARTA KEKAYAAN PEJABAT-PEJABAT NEGARA (ternasuk TNI-POLRI), apakah SUDAH SESUAI dengan PENGHASILAN yang di BAYARkan NEGARA kepadanya.
ALLAH TUHAN Y M Kuasa memBERKATi Bangsa INDONESIA. *GBUs*
- penderitaan rakyat tidak terjadi begitu saja. salah satunya muncul dari hasil perbuatan dpr yg tamak. Arwani Tomafi termasuk salah satu pemuka jahiliyah modern,ngomong aja sok agamis...kentut lah