Korban Bentrok di Buol Menjadi 34 Orang
Metrotvnews.com, Buol: Pihak Rumah Sakit Umum Buol, Sulawesi Tengah, mencatat jumlah korban tertembak dan terkena benturan benda tumpul akibat bentrok warga dengan polisi mencapai 34 orang. Delapan di antaranya meninggal.
Jumlah tersebut diketahui setelah seluruh data yang ditangani rumah sakit diverifikasi ulang oleh petugas rumah sakit pada Ahad (5/9) malam, kata dr Arianto Panumbang, dokter jaga di RSU Buol.
Jumlah korban itu sudah termasuk Kasmir Timumun (korban meninggal dalam sel tahanan) sebab almarhum juga saat divisum teregistrasi di sini," kata dr Arianto.
Dua dari jumlah tersebut bukan korban tertembak, namun harus dirawat karena beberapa bagian tubuhnya terkena benda tumpul. "Mungkin kena pukul," ujarnya.
Menurut Arianto, bertambahnya data korban dari yang sebelumnya 30 orang karena saat dirawat pertama tidak sempat lagi teregistrasi dan yang bersangkutan kembali ke rumahnya. Nanti diketahui setelah yang bersangkutan kembali lagi memeriksakan diri.
"Pada malam kejadian itu kami tangani pasien mana yang bisa ditangani segera, setelah itu pindah lagi ke korban yang lain, karena banyaknya korban dan keluarganya sehingga tidak sempat lagi teregistrasi," katanya.
Adapun nama-nama korban adalah Agus Salim (21). Firman Mokodompit (20), Firman (18), Sudirman (31), Sutomo (35), Rio (20), Hamdani (31), Noldi (24), Alimin (28), Lubis (33), Syamsuddin (27), Agus Rasyid (36), Amran Mustarif (38), Jurdin Badalu alias Bayu (35), Umar (20), Wawan (15), Arif (42), Amat (34), Nurhanuddin (24), Iksan Mangge (28), Hartono (19), Abd Rahman, Saharuddin (39), Adilan (31), Iwan Nggaibo (23), Iwan (25), Umar Ayasi (tidak dirawat, luka di bagian pipi).
Sementara korban meninggal dunia adalah Amran Abjalu (meninggal di UGD), Supriyadi (meninggal di ICCU), Ridwan D Majo (meninggal di UGD), Saktipan Kapuung (meninggal di ICCU), Rasyid S Jopori (meninggal di UGD), Herman Hasan (meninggal di UGD), Muslimin Ashora (meninggal di UGD), Kasmir Timumun (meninggal di tahanan).
Saat ini rumah sakit Buol masih merawat tiga pasien yang mengalami luka tembak masing-masing di lengan kanan, paha kiri, dan rahang. Sebelumnya mereka sudah meninggalkan rumah sakit, namun karena lukanya belum sembuh korban kembali dirawat. Besar kemungkinan dua diantara korban tersisa itu akan dirujuk ke Palu.(Ant/*)




Banyak oknum2 polisi yang bertindak arogan, melebihi polisi dijaman KOLONIAL dulu, padahal slogannya polisi pelayan, dan pengayom masyarakat. Dahulu, waktu masih bersama dng TNI dibawah DEPHANKAM, nereka2 tidak banyak ulah, setelah lepas, baru menunjukkan watak aslinya. Orang kehilangan ayam, melapor............. ongkosnya melebihi kehilangan kambing ...............................................
Ingatlah hai oknum2 yng terhormat, bahwa ada waktunya anda itu pensiun dan kembali kemasyarakat. Ingin tahu apa yang terjadi, kebanyakan dari mereka tidak dihargai dimasyarakat, banyak yng terpuruk dan................KREMBIS. Amit2 jangan sampai anak cucu saya ada yang jadi polisi............................................................................
Banyak oknum2 polisi yang bertindak arogan, melebihi polisi dijaman KOLONIAL dulu, padahal slogannya polisi pelayan, dan pengayom masyarakat. Dahulu, waktu masih bersama dng TNI dibawah DEPHANKAM, nereka2 tidak banyak ulah, setelah lepas, baru menunjukkan watak aslinya. Orang kehilangan ayam, melapor............. ongkosnya melebihi kehilangan kambing ...............................................
Ingatlah hai oknum2 yng terhormat, bahwa ada waktunya anda itu pensiun dan kembali kemasyarakat. Ingin tahu apa yang terjadi, kebanyakan dari mereka tidak dihargai dimasyarakat, banyak yng terpuruk dan................KREMBIS. Amit2 jangan sampai anak cucu saya ada yang jadi polisi............................................................................
jika Pemimpin dan yg dipimpin tidak seirama, pertanda akan ada yg tumpah darah dan mati sia-sia. Pemerintah harus tegas kepada yg anarkis dan memperhatikan keluhan rakyatnya. pasti kedamaaian akan tercipta dibumi ini. selamat berdamai pemerintah dan rakyatnya.
peringatan u kaum anarkis,jgn coba2 menyelesaikan masalah dg kekerasan yah....singa tidur dibangunin..
ke 4 oknum polisi koq gk ada kabar beritanya lg pak wakapolri? tlg wajah ke 4 nya tlg dimuat, biar masyarakat tahu tampang2 bandit ketatonnya. Pecat dan hukum mati aja mrk semua !!!