Pakistan Tahan 3 Tersangka Serangan Bom Gagal

Internasional / Kamis, 9 September 2010 13:29 WIB

Metrotvnews.com, Islamabad: Polisi Pakistan menahan tiga tersangka yang punya hubungan dengan seorang warga Amerika Serikat keturunan Pakistan yang dituduh di New York berusaha melakukan serangan bom mobil di Times Square. Ketiga orang itu, kata pejabat senior polisi, Rabu (8/9), ditangkap di ibu kota Pakistan, Islamabad, dua pekan lalu.

"Mereka terbukti punya hubungan dengan Faisal Shahzad, tersangka serangan bom mobil yang ditahan di New York, dan mengirim uang kepada dia," kata Bani Amin, komandan operasi polisi di Islamabad.

"Hari ini kami secara resmi mengajukan satu kasus resmi terhadap mereka," kata Amin, komandan polisi Islamabad. Ketiga orang itu bernama Shoaib Mughal, Muhammad Shahid dan Hanbal Akhtar. Amerika Srikat mengatakan pihakya puas dengan penangkapan-penangkapan itu.

"Kami sangat yakin bahwa Faisal Shahzad membantu Pakistan. Dan kami bekerja dengan sangat ekstensif dan erat dengan pihak berwnenang Pakistan," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Philip Crowley.

Amin mengatakan, ketiga orang itu nemiliki hubungan dekat dengan pemimpin-pemimpin gerakan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) Hakimullah Mehsud dan Qari Hussain, yang organisasi mereka mengaku bertanggung jawab atas rencana Shahzad 1 Mei untuk membom Times Square.(Ant/DOR)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *