Ribuan Warga Dayak Tidung Kepung Polresta Tarakan

Nusantara / Selasa, 28 September 2010 18:26 WIB


Metrotvnews.com, Tarakan: Suasana Kota Tarakan, Kalimantan Timur, kembali mencekam. Ribuan warga adat dayak Tidung yang tergabung dalam Persatuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) mendatangi dan mengepung Kepolisian Resor Kota Tarakan, Selasa (28/9).

Mereka menuntut aparat agar segera menangkap pembunuh Abdullah (pemangku adat dayak Tidung). Warga yang datang ke kantor polresta melengkapi diri dengan berbagai senjata tajam jenis mandau (pedang), badik, dan golok. Sementara puluhan aparat polresta berjaga-jaga di sekitar kantor.

Akibat kedatangan massa, situasi di sekitar kantor Polresta Tarakan memanas. Massa juga melakukan orasi, selain mendesak kepolisian segera menangkap pembunuh Abdullah, juga mengusir etnis pelaku pembunuhan dari Kota Tarakan.

Sementara itu, Kapolres Tarakan Ajun Komisaris Besar Dharu Siswanto mengatakan masih terus memburu pelaku pembunuhan. "Kami masih terus mencari para pelakunya. Kami harap pelaku dapat segera kami temukan, sehingga permasalahan ini dapat segera diatasi," ujarnya.

Menurut Dharu, sampai saat ini pihaknya masih memeriksa sembilan orang saksi untuk dimintai keterangan atas peristiwa pertikaian tersebut. "Kami masih periksa saksi. Kami harap dengan keterangan saksi, pelaku dapat ditemukan," kata Dharu. (MI/RIZ)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *