Konsumen Properti Tahan Pembelian Menjelang Ramadan

Ekonomi - / Minggu, 25 Juli 2010 21:59 WIB

Metrotvnews.com, Surabaya: Konsumen properti di Jawa Timur menahan pembelian produk properti seiring upayanya memfokuskan anggaran dananya untuk pembelanjaan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1431 H.

"Saat momen besar keagamaan tersebut mayoritas konsumen lebih memilih memanjakan keluarga besarnya daripada membeli rumah. Umumnya, mereka cenderung membeli banyak bahan kebutuhan pokok untuk mencukupi segala keperluannya," kata General Manager Citraland, Andy Soegiardjo, di Surabaya, Ahad (25/7) malam.

Namun, jelas dia, pembelian properti yang tertahan tersebut hanya berlaku bagi pasar properti kalangan menengah ke bawah. Kalau kalangan menengah ke atas sama sekali tidak berpengaruh.

"Kapanpun pasar menengah atas butuh produk properti mereka siap membelinya. Bahkan, kadang pasar tersebut jarang melihat besaran nilai rumah pokoknya cocok dan sesuai selera langsung dibeli," ujarnya.

Ia mengaku, justru khawatir terhadap pembelian pasar properti pada bulan Desember menyusul banyaknya kalangan menengah atas lebih berkonsentrasi untuk liburan. "Momen peralihan tahun sering menjadi pilihan pasar menengah atas untuk berlibur dengan keluarga tercintanya daripada membeli produk properti," katanya.

Di sisi lain, ia optimistis, pada semester II tahun ini penjualan unit rumahnya stabil meskipun ada revisi target penjualan pada periode tersebut. Bahkan, kondisi ini dialami oleh pengembang lain yang membidik pasar kalangan menengah bawah.

"Terkait penjualan per semester I 2010, kami mencatatkan sekitar 90 unit rumah bernilai transaksi Rp140 miliar. Padahal, angka penjualan sama senilai Rp140 miliar pernah kami bukukan sepanjang tahun 2009 dengan 100 unit rumah. Kami yakin, penjualan setahun ini meningkat signifikan daripada tahun lalu," katanya.

Di sisi lain, ia merevisi, target penjualan unit rumah menjadi 250 unit untuk hunian seharga antara Rp700 juta per unit hingga Rp1,6 miliar per unit dibandingkan target awal hanya 200 unit. Perubahan target tersebut mengingat semakin membaiknya animo pasar properti pada tahun 2010.

"Untuk mencapai target, kami melakukan `bundling` penjualan unit rumah dengan fasilitas menarik misalnya memberikan fasilitas jaringan TV kabel gratis dan jaringan internet bawah tanah," katanya.

Ia mengemukakan, upaya tersebut sekaligus mengantisipasi turunnya penjualan unit rumah pada bulan Juli ini.

"Apalagi, pasar properti juga memfokuskan anggaran dananya untuk liburan sekolah dan tahun ajaran baru/TAB," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Griya Utama, Siswanto, menambahkan, sangat optimistis dengan kian membaiknya kondisi pasar properti baik secara nasional maupun di sejumlah daerah. Salah satu buktinya, penjualan rumah yang ditawarkan dengan harga antara Rp200 juta per unit hingga Rp225 juta per unit di kawasan Medayu Utara, Kecamatan Rungkut Surabaya dapat mencapai target.

"Walaupun kami membidik pasar properti kalangan menengah atas, berapapun unit yang dibangun selalu habis terjual. Kondisi ini terdukung oleh keberadaan jalan Middle East Ring Road/MERR yang memicu pertumbuhan penjualan properti khususnya di kawasan Surabaya Timur," katanya.(Ant/BEY)



Bookmark and Share

DETAIL VIDEO [0]

 

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *