Pemerintah Bentuk Tim Bahas Harga Elpiji
Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah membentuk tiga tim untuk membahas upaya menghilangkan disparitas (perbedaan) harga antara gas elpiji bersubsidi kemasan tiga kilogram dan elpiji nonsubsidi kemasan 12 kilogram.
"Kalau sudah selesai, tuntas, tentu kami rapatkan dan ambil keputusan," kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/9).
Agung menjelaskan, ketiga tim itu adalah tim yang membahas target penerima subsidi akibat perubahan harga gas, tim yang membahas mekanisme kebijakan tentang perubahan harga gas, serta tim teknis.
Menurutnya, tim tersebut sedang melakukan pembahasan secara intensif mengenai gagasan menghilangkan perbedaan harga gas. Perbedaan harga gas disinyalir menjadi penyebab maraknya praktik pengoplosan yang berakibat pada ledakan tabung gas.
Agung belum bisa memastikan kapan pemerintah memutuskan harga baru gas, baik untuk kemasan tiga kilogram maupun kemasan 12 kilogram. "Secepatnya. Kalau bisa sebelum Lebaran, mudah-mudahan," katanya.
Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan instansi terkait sedang mendalami mekanisme penghilangan disparitas harga gas untuk menghilangkan praktik pengoplosan. Mekanisme yang bisa ditempuh antara lain menaikkan harga elpiji kemasan tiga kilogram menjadi sama dengan kemasan 12 kilogram.
Mekanisme tersebut disertai dengan pembagian kupon kepada masyarakat yang masuk kualifikasi pengguna elpiji kemasan tiga kilogram. Mekanisme lainnya adalah menurunkan harga elpiji kemasan 12 kilogram menjadi sama dengan harga elpiji kemasan tiga kilogram.
Selain itu juga ada opsi menurunkan harga elpiji kemasan 12 kilogram pada angka tertentu. Pada saat yang sama menaikkan harga elpiji kemasan tiga kilogram pada angka tertentu pula, sehingga ada kesamaan harga.
"Yang jelas, pemerintah cenderung menghilangkan disparitas supaya tidak ada spekulan yang kurang ajar dan tidak bertanggung jawab itu," kata Agung.
Disparitas harga antara elpiji bersubsidi kemasan tiga kilogram dan elpiji nonsubsidi kemasan 12 kilogram cukup signifikan.
Di Jakarta, elpiji bersubsidi kemasan tiga kilogram rata-rata dijual dengan harga Rp15 ribu per kemasan. Sedangkan elpiji nonsubsidi kemasan 12 kilogram rata-rata dijual Rp75 ribu per kemasan.(Ant/BEY)



sebenarnya rakyat ga peduli sama harga yg kalian patok yg jd persoalan adalah pendapatan rakyat tdk sesuai dgn apa yg kalian ucapkan"ekonomi kita meningkat"ekonomi maraneh nu ningkatmah(ekonomi kalian yang meningkat bkn rakyat gelo sia teh nya
bahas2222222 terus bahas yg kompak ga usah subsidi mahal jg ga apa2
yg penting bener2 atur bangsa ini dgn baik aing pusing nempo saria teh
pengoplosan memang salah satu penyebab meledaknya tabung gas...tapi prosentasenya kecil dibandingkan dengan kualitas dibawah standart dalam memproduksi tabung dan asesoris tabung gas 3 kg...jadi jangan dikambing hirtamkan pengoplosan itu....karena cari kambing hitam itu gampang...yang sulit itu menyadari kesalahan...kemudian memperbaikinya...walaupun sulit sebenarnya lebih mulia dan manfaat...kalau harga dinaikkan...itu ide gila lagi...rakyat yang mati...kehilangan rumah akibat ledakan ngak dapat kopensasi tapi ditambahi beban lagi...MASIH SEHATKAH CARA BERFIKIR PEJABAT - PEJABAT KITA ???? tolong dijawab !!