MS Hidayat: Menteri Hanya Jabatan Politik
Metrotvnews.com, Jakarta: Kesimpulan Fraksi Golongan Karya yang berseberangan dengan mitra koalisinya Partai Demokrat ternyata tidak membuat Menteri Perindustrian dari Golkar MS Hidayat khawatir kehilangan jabatannya di pemerintahan. MS Hidayat mengatakan, menteri merupakan jabatan politik sehingga apa pun keputusan politik yang diambil oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan ia terima. "Menteri itu jabatan politik, keputusan politik apapun saya siap. Apakah saya terus berkerja atau harus mundur?" "Saya siap."
Sementara Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, kesimpulan awal Fraksi PKB yang sepaham dengan Partai Demokrat tidak ada kaitannya dengan isu reshuffle yang tengah beredar. Cak Imin membantah isu mengenai dana sebesar Rp 24 miliar yang mengalir ke partainya agar tetap mendukung partai pemenang.
"PKB ini lurus-lurus saja. Kita tahu mana yang benar mana yang tidak. Sudah teruji lah komitmen kita kalau sudah jalan bareng (koalisi, red)," ujar Muhaimin, seraya menambahkan, "Kita begitu bukan karena tertekan terkait adanya isu reshuffle kabinet. Maslaah Century ini harus dibuktikan dulu," ujar Muhaimin.
Sedangkan menanggapi adanya isu reshuffle kabinet, juru bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat mengatakan, wapres tidak mempunyai wewenang dalam hal tersebut karena keputusan pergantiaan kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Sementara terkait indikasi tindakan pidana yang dilakukan Boediono, Yopie mengatakan, keputusan fraksi bukanlah hasil akhir. ini proses politik.
Kalau memang ada pelanggaran hukum biarlah aparat penegak hukum yang akan melakukan pengusutan, bahkan sampai ke pengadilan. Tapi ini kan terjadi di DPR. Kesimpulan fraksi bukanlah vonis yang mengikat, ini hanya keseimpulan politik dari parlemen," ujar Yopie.(RIZ)




Salut buat Pa MS Hidayat... Jempol terbalik buat Cak Imin... Takut jadi menterinya dicabut ya...