Hasyim: Gus Dur Berpesan NU Dijaga
Metrotvnews.com, Jakarta: Kepergian mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah kehilangan bangsa Indonesia akan seorang tokoh bangsa. Semasa hidup, Gus Dur banyak menawarkan ide-ide tentang pluralisme, demokrasi, dan hak asasi manusia.
Menurut Hasyim Muzadi, bangsa Indonesia sudah kehilangan tokoh yang berkaraker. Tokoh yang berani mengambil risiko dalam kepemimpinan-nya. "Ini terlepas daripada kelebihan dan kekurangan Beliau. Selanjutnya NU yang paling kehilangan," kata mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi sesaat melayat jenazah Gus Dur di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Rabu (30/12) malam.
Hasyim meyakini dalam dekade belakangan ini belum ada tokoh sebesar Gus Dur, baik dalam segi pemikiran lalu ketahanan dari perjuangan serta konsistensinnya terhadap pemikiran-pemikirannya. Gus Dur adalah seorang luar biasa. Beliau tidak pernah mengeluh apapun deritanya. Hasyim mengaku, dua pekan silam, dirinya menjenguk Gus Dur. Ia melihat Gus Dur memang sudah lemah.
"Dia tanggung itu sendiri. Ini luar biasanya Gus Dur," tutur Hasyim.
Hasyim mengaku terakhir bertemu Gus Dur saat mantan Presiden ke-4 RI itu menyempatkan datang ke Kantor PBNU di Jakarta. Padahal, saat itu, Gus Dur sedang menjalani perawatan intensif di RSCM. Pada kesempatan itu, Gus Dur berpesan agar Hasyim dan seluruh kaum sarungan menjaga kelangsungan Nahdlatul Ulama.
"Terakhir Gus Dur meminta supaya NU dijaga," kata Hasyim.
Mantan Presiden Abdurrahman Wahid meninggal di RSCM Jakarta Pusat, Rabu (30/12) sekitar pukul 18.45 WIB. Gus Dur mengembuskan napas terakhir akibat komplikasi jantung, ginjal dan gula darah. "Komplikasi gangguan jantung yang diperberat dengan kelainan ginjal dan kencing manis," kata Direktur Utama RSCM Akmal Taher.
Akmal menambahkan, kondisi Gus Dur mulai memburuk sejak siang tadi. Sistem pernapasan Gus Dur dan pembuluh darahnya mulai terganggu. "Kita sudah berusaha yang terbaik, tapi gagal," terang Akmal.
Adik kandung Gus Dur, Sholahuddin Wahid alias Gus Solah mengaku, terakhir bertemu kakaknya empat hari silam. Gus Dur sempat mampir ke Pondok Pesantren, Jombang.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu pun sudah berdatangan beberapa saat Gus Dur meninggal. Bahkan, Presiden SBY sudah berada di RSCM sekitar pukul 18.30 WIB, 15 menit sebelum Gus Dur wafat. Para menteri berdatangan terburu-buru, termasuk Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, beberapa saat setelah Presiden SBY tiba. Menteri yang segera tiba antara lain, Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar.(DSY)




Selamat Jalan Gus, ... dan terima kasih.
Selamat Jalan Gus, ... dan terima kasih.
Gus Dur adalah tokoh berkahrisma...Turut Berduka cita
berani bertindak, berani bersikap, berani tampil, tidak mengeluh, apalagi memelas. itu seharusnya ciri pemimpin bangsa
Saya sebagai warga negara Indonesia (keturunan) sangat kehilangan Bapak Bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai pluralisme untuk persatuan dan kesatuan bangsa. Selamat jalan Gus Dur, pasti jiwa dan ragamu diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, Amin.