Simpang Siur Kasus Century

Today's Dialogue / Selasa, 12 Januari 2010 23:36 WIB

Wapres Boediono diperiksa kembali oleh Pansus Hak Angket Century di Gedung DPR/MPR terkait pemberian bail out ke Bank Century, Selasa (12/1).





Bookmark and Share

KOMENTAR [11]

  • adian, Senin, 18-Januari-2010

    ada sumber nih

  • adian, Senin, 18-Januari-2010

    Data-data yang bisa dijadikan pertimbangan: 1. Pada 21 Nov saat keputusan penyelamatan dibuat, dana nasabah Century yang dijamin pemerintah dan harus dibayarkan Lembaga Penjamin Simpanan (untuk simpanan kurang dari Rp 2 miliar) jika Century ditutup sebesar Rp 5,6 triliun. Sedangkan dana nasabah di 18 bank yang bisa kena dampak sistemik dan dijamin pemerintah Rp 15 miliar. Jadi, total dana nasabah yang harus dibayar LPS Rp 17,5 miliar. Jadi, kalaupun century ditutup, LPS harus keluar dana Rp 5,6 triliun (versus dana penyelamatan yang semula Rp 632 miliar kemudian bengkak jadi Rp 6,8 triliun, dan yang kini sudah terpakai baru Rp 4,7 triliun). Dari jumlah Rp 5,6 triliun, yang kemudian ditarik setelah penyelamatan oleh nasabah yang dijamin yaitu Rp 3,5 triliun. 2. Suntikan dana per 21 Nov yang perlu dikeluarkan LPS untuk Century sebesar Rp 632 miliar (kemudian bengkak jadi Rp 6,76 triliun). 3. Dari dana LPS Rp 6,8 triliiun yang sudah dikucurkan itu, sebetulnya masih ada Rp 2 triliun di Century, karena kucuran dana itu sebetulnya untuk memenuhi ketentuan rasio kecukupan modal (CAR) 8%. Jadi, uang yang sesungguhnya sudah betul-betul terpakai Rp 4,7 triliun. 4. Uang di LPS saat ini Rp 17 triliun, terdiri dari Rp 4 triliun uang negara (modal awal), Rp 13 triliun dari uang iuran premi perbankan. Dari data-data itu bisa disimpulkan: 1. Pada waktu pengambilan keputusan penyelamatan Century pada 21 Nov, biaya penutupan jauh lebih besar dari biaya penyelamatan (kalau pun dibandingkan dengan biaya Rp 6,8 triliun). 2. Jangan lupa, dari biaya Rp 6,8 triliun itu pun, yang terpakai baru Rp 4,8 triliun. Jadi, kalau sekarang kita sudah meributkan negara rugi Rp 6,8 triliun itu keliru. Jangan lupa pula, pengeluaran ini bisa diperkecil (atau bahkan ditutup) dari hasil penjualan Century 3-5 tahun mendatang setelah bank itu disehatkan. 3. Uang negara Rp 4 triliun sampai sekarang masih aman. Bahkan jika uang LPS dikurangi biaya penyelamatan Rp 6,8 triliun yang sekarang diributkan. 4. Boedi Sampoerna sebagai nasabah terbesar Century dengan simpanan Rp 2 triliun, baru menarik dana Rp 500 miliar. (Arifin Panigoro dan Murdaya Poo pun sudah membantah punya rekening di Century seperti diberitakan, dan sudah saya klarifikasi pula ke pihak-pihak lain memang tidak benar). 5. Lalu, soal uang publik (dari premi perbankan) Rp 13 triliun, saya sudah mendapat jawaban dari Dirut BNI Gatot Suwondo (dan masih harus dicari pendapat bankers lain), justru mereka merasa penting LPS menggunakan uang itu untuk menyelamatkan Century. Kalau tidak, semua bank termasuk BNI terancam kena krisis dan ancaman pelarian modal ke luar negeri benar-benar riil akibat adanya jaminan penuh yang diberlakukan di Singapura, dll. Perlu juga diingat, sebagian besar nominal dana pihak ketiga bank saat ini berasal dari para nasabah besar, meski secara kuatitatif jumlah mereka kecil. Dari data-data ini, mungkin kita justru harus bertanya ulang dengan kritis atas hiruk-pikuk selama ini: 1. Benarkah penutupan lebih menguntungkan dari penyelamatan? 2. Adakah kerugian negara sesungguhnya dan siapa yang dimaksud dengan publik yang dirugikan itu? 3. Siapa pula nasabah besar yang telah menarik dananya besar-besaran, yang mendesak penyelamatan dan kemudian mengambil keuntungan setelah Century diselamatkan? Meski begitu, bisa saja saya salah. Karena itu, kalau ada yang punya data-data lain, saya dengan senang hati bisa mendapatkannya, untuk kemudian kita telaah bersama. Salam. (*)

  • si jabrik, Senin, 18-Januari-2010

    SBY dan lingkarannya lebih baik jangan menyebar kebohongan dibalik pesona yg dikagumi para ibu. Tetap aja kami men-cap anda Raja maling...

  • sijabrik, Senin, 18-Januari-2010

    Kalau lagi diskusi soal BC kadang Metrotv memotong pembicara yg sesungguhnya sangat tahu ttg kronologis sebuah kasus. Ini mengecewakan, padahal seharusnya biar saja blak-blakkan. Skrg jamannya HITAM-PUTIH bukan ABU-ABU lagi. Spt buku Membongkar Gurita Cikeas knp dipotong-potong? Pdh kita tahu, GJA itu kan peneliti ahli yg punya jam terbang dan pengalaman mancanegara. Tp kesan saya Metro menutup-nutupi atau melindungi orang2 yg kebakaran jenggot. Nah kalau memang merasa tdk berbuat kenapa takut ktk GJA mengatakan pendapatnya. Faktanya ya benar itu, PD memang menggunakan dana BC utk dana kampanye. Akan terjadi bencana besar bila para pengguna dana itu tak mengaku. Bencana besar akan segera datang !!!.

  • adian, Minggu, 17-Januari-2010

    12.000 dari 9.000 per dolar = 6.000 dari 4.500 per liter premiumkalu kurs tetap, plus dampak lain. Korupsi?. yang setuju waktu pimpinan KPK ditangkap siapa? DPR? bukan SBY kan?, Apapin alasannya kenapa bank itu mesti dimerger? nggak dibubarkan sejak 2001? sodara si tantular itu maling dari dulu. hove tantular (BLBI) dan dewi tantular menipu reksadana di surabaya. kalau nggak diambil alih, si tantular bakal nyolong lagi, jadi banknya nggak boleh dia pegang lagi..

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *