Bola Panas Menuju Presiden, Sri Mulyani Tumbal Century
Economic Challenges / Senin, 18 Januari 2010 22:55 WIB
Senin, 18 Januari 2010
KOMENTAR [10]
diding suryadi, Jumat, 22-Januari-2010
kelihatannyadari tokoh2 yg di panggil dan diminta keterangan semuanya seakan akan memproteksi masalah ini sehingga nantinya bisa jadi bias. negara ini mau dibawa kemana bung?
rahmat, Jumat, 22-Januari-2010
tolongkan bentuk isi berita yang baru tanggal 25 november 2009
aaaa, Jumat, 22-Januari-2010
sri mulyani jadi tumbal ,,tapi kenapa mau jadi tumbal????
Basir, Kamis, 21-Januari-2010
Surat Keputusan “Divine Governance” Dalam pemberlakuan AC-FTA / Asean China Free Trade Agreement, Yang telah diberlakukan di Asia, Maka hari ini , January 20 -2010 : AKU “ TUHAN SEMESTA ALAM “. Menetapkan sebagai berikut ; 1.Menuntut, Negara “ REPUBLIK RAKYAT CHINA “ Yang telah dengan sengaja dan mendapatkan Keuntungan Materi dari perbuatannya dalam perdagangan maupun dalam Industrynya yang Telah melanggar Hak kekayaan intelektual atau hak cipta ; Negara “ REPUBLIK INDONESIA.” 2.Mewajibkan Negara “REPUBLIK RAKYAT CHINA” Membayar kerugian kepada Negara REPUBLIK INDONESIA,Uang sebesar USD TWO BILLIONs. Atas pelanggaran Hak cipta barang barang yang diperdagangkan bebas dalam AC –FTA. 3.Negara REPUBLIK RAKYAT CHINA telah sengaja dan dengan melawan hukum telah memproduksi Barang barang Industri yang “Menciplak Batik “ yang telah menjadi hak cipta dan kekayaan intelektual Negara Republik Indonesia. 4.Pembayaran Ganti rugi, harus sudah dilaksanakan selambat lambatnya enam puluh hari dari tanggal keputusan ini dibuat. Dan akan bertambah sepuluh persen untuk setiap keterlambatan tiga puluh hari menyelasaikan pembayaran ganti rugi. 5.Keputusan ini ditetapkan di pengadilan maha tinggi “Divine Governance” yang memiliki konseqwensi Hukum Alam semesta yang berlaku atas pelanggaran keputusan ini. AKU; GOD THE GREATEST Imam Mahdi.
kwik, Kamis, 21-Januari-2010
dunia mengakui Sri Mulyani salah satu mentri keuangan terbaik didunia ,sayang kalau diberhentikan hanya karena ambisi politik partai yang kalah pemilu dan pengamat ekonomi yang tidak kebagian kursi. lebih penting kita bersatu untuk menghadapi perdangagan bebas supaya pendapatan perkapita rakyat naik
kelihatannyadari tokoh2 yg di panggil dan diminta keterangan semuanya seakan akan memproteksi masalah ini sehingga nantinya bisa jadi bias. negara ini mau dibawa kemana bung?
tolongkan bentuk isi berita yang baru tanggal 25 november 2009
sri mulyani jadi tumbal ,,tapi kenapa mau jadi tumbal????
Surat Keputusan “Divine Governance” Dalam pemberlakuan AC-FTA / Asean China Free Trade Agreement, Yang telah diberlakukan di Asia, Maka hari ini , January 20 -2010 : AKU “ TUHAN SEMESTA ALAM “. Menetapkan sebagai berikut ; 1.Menuntut, Negara “ REPUBLIK RAKYAT CHINA “ Yang telah dengan sengaja dan mendapatkan Keuntungan Materi dari perbuatannya dalam perdagangan maupun dalam Industrynya yang Telah melanggar Hak kekayaan intelektual atau hak cipta ; Negara “ REPUBLIK INDONESIA.” 2.Mewajibkan Negara “REPUBLIK RAKYAT CHINA” Membayar kerugian kepada Negara REPUBLIK INDONESIA,Uang sebesar USD TWO BILLIONs. Atas pelanggaran Hak cipta barang barang yang diperdagangkan bebas dalam AC –FTA. 3.Negara REPUBLIK RAKYAT CHINA telah sengaja dan dengan melawan hukum telah memproduksi Barang barang Industri yang “Menciplak Batik “ yang telah menjadi hak cipta dan kekayaan intelektual Negara Republik Indonesia. 4.Pembayaran Ganti rugi, harus sudah dilaksanakan selambat lambatnya enam puluh hari dari tanggal keputusan ini dibuat. Dan akan bertambah sepuluh persen untuk setiap keterlambatan tiga puluh hari menyelasaikan pembayaran ganti rugi. 5.Keputusan ini ditetapkan di pengadilan maha tinggi “Divine Governance” yang memiliki konseqwensi Hukum Alam semesta yang berlaku atas pelanggaran keputusan ini. AKU; GOD THE GREATEST Imam Mahdi.
dunia mengakui Sri Mulyani salah satu mentri keuangan terbaik didunia ,sayang kalau diberhentikan hanya karena ambisi politik partai yang kalah pemilu dan pengamat ekonomi yang tidak kebagian kursi. lebih penting kita bersatu untuk menghadapi perdangagan bebas supaya pendapatan perkapita rakyat naik