Merawat Warisan Leluhur
Sanggar Parukuyan di Bandung seolah hendak menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa selalu ada harga yang mahal dalam kerja besar merawat dan melestarikan warisan budaya. Bahkan seringkali muncul fenomena yang mengejutkan, betapa orang asing ternyata punya kepedulian lebih besar dibanding rata-rata warga masyarakat kita sendiri.
Begitulah sebagian yang hari ini dirasakan oleh Mas Yon, pendiri Sanggar Parukuyan di Bandung, sebuah sanggar yang menghimpun para seniman di Bandung untuk tujuan merawat dan mengembangkan warisan budaya. Melalui sanggar ini, mas Yon dan para seniman Bandung mengajarkan aneka kegiatan seperti menari, melukis, dan membatik kepada para pelajar. Semuanya dilakukan tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Yang justeru menarik adalah kenyataan bahwa sanggar Parukuyan ternyata menarik minat para mahasiswa asing yang menempuh studi di Bandung untuk mempelajari budaya Indonesia . Para mahasiswa ini berasal dari Ceko , Yugoslavia , Inggris, dan Amerika Serikat.
Kini, Mas Yon harus mati-matian mempertahankan eksistensi Sanggar Parukuyan. Donasi dari orang-orang yang peduli memang masih ada, tetapi itu saja masih belum cukup. Ia harus bekerja ekstra keras untuk berkarya dengan lukisan-lukisan bermutu tinggi, yang bisa dijual untuk meneruskan kehidupan Sanggar Parukuyan. Lulusan Institus Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini bertekad akan terus menghidupkan Sanggar Parukuyan. Sampai seberapa lama sanggar para seniman ini bisa bertahan? Oasis menyajikan drama ini kepada para pemirsa Metro TV.




smoga pemerinta tanggap begitu pentingnya tradisi& budaya bangsa yg harus di bina khususnya bantuan MATERI