Special Program / Jumat, 26 Februari 2010 14:42 WIB
Spesial Program edisi Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini mengundang Quraisihab sebagai narasumber dan acara ibi dipandu oleh Arzeti Setiawan.
KOMENTAR [2]
Eili, Senin, 1-Maret-2010
Dear Metrotv, Sayang sekali cuplikannya terpotong-potong, bisakah videonya di edit & dilengkapi? {penuh harap :) } Terimakasih
RAJAB GANJAR NUGRAHA, Jumat, 26-Februari-2010
mencari ilmu bisa dimana saja dan lwat apasaja METRO TV ... LAnjutkan .... Siapapun yang mengenal Muhammad dengan sebenarnya akan tak berdayauntuk tidak mencintainya. Muhammad mengundang dan menawan jiwa siapapun untuk mencintainya. Dan mencintai Muhammad adalah karunia yang luar biasa. Sebab "Al-Mar'u ma'a man ababba," ujarnya sendiri suatu ketika. "Seseorang akan bersama dengan siapa saja yang ia cintai." Maka mencintai Muhammad adalah awal kebersamaan dengannya. Tidak di dunia ini, namun kelak di akhirat. Adakah kesengsaraan saat bersama Muhammad di akhirat? Itu adalah sebuah kemustahilan yang tak akan pernah terjadi. Muhammad mengumpulkan semua kebaikan para rasul dan nabi. Sehingga Allah pun menjadikannya sebagai kekasih utama-Nya. Dialah yang akan membuka pintu surga untuk pertama kalinya...untuk umat nya ... salam .. Tapi cinta Muhammad -sekali lagi- hanya benar-benar lahir jika kita mengenalnya dengan baik. Dan untuk mengenalnya dengan baik harus ada kesungguhan untuk membaca warisan para pencintanya sejak dahulu (baca:ulama). Dan Ibnul Jauzi menawarkan salah satu di antaranya. Al-Wafa bi Ahwal Al-Mushthafa, demikianlah judul karya Ibnul Jauzi ini. Ia akan mengajak kita menikmati taman-taman Muhammad satu persatu. Hingga kemudian, kita tidak mempunyai pilihan selain mencintainya.
Dear Metrotv, Sayang sekali cuplikannya terpotong-potong, bisakah videonya di edit & dilengkapi? {penuh harap :) } Terimakasih
mencari ilmu bisa dimana saja dan lwat apasaja METRO TV ... LAnjutkan .... Siapapun yang mengenal Muhammad dengan sebenarnya akan tak berdayauntuk tidak mencintainya. Muhammad mengundang dan menawan jiwa siapapun untuk mencintainya. Dan mencintai Muhammad adalah karunia yang luar biasa. Sebab "Al-Mar'u ma'a man ababba," ujarnya sendiri suatu ketika. "Seseorang akan bersama dengan siapa saja yang ia cintai." Maka mencintai Muhammad adalah awal kebersamaan dengannya. Tidak di dunia ini, namun kelak di akhirat. Adakah kesengsaraan saat bersama Muhammad di akhirat? Itu adalah sebuah kemustahilan yang tak akan pernah terjadi. Muhammad mengumpulkan semua kebaikan para rasul dan nabi. Sehingga Allah pun menjadikannya sebagai kekasih utama-Nya. Dialah yang akan membuka pintu surga untuk pertama kalinya...untuk umat nya ... salam .. Tapi cinta Muhammad -sekali lagi- hanya benar-benar lahir jika kita mengenalnya dengan baik. Dan untuk mengenalnya dengan baik harus ada kesungguhan untuk membaca warisan para pencintanya sejak dahulu (baca:ulama). Dan Ibnul Jauzi menawarkan salah satu di antaranya. Al-Wafa bi Ahwal Al-Mushthafa, demikianlah judul karya Ibnul Jauzi ini. Ia akan mengajak kita menikmati taman-taman Muhammad satu persatu. Hingga kemudian, kita tidak mempunyai pilihan selain mencintainya.