Jakarta Kian Menyandera
Editorial Media Indonesia / Jumat, 30 Juli 2010 07:36 WIB
SEBAGAI sebuah kampung besar, Jakarta adalah ruang yang semakin merampas dan menyandera. Menyandera karena waktu yang harus dihabiskan di jalan untuk menempuh jarak yang sama kini bertambah dua kali lipa




buat @aldi :install adobe flash player di pc anda...
Saya tidak mau mengomentari editorial, tapi mau bertanya. Bagaimana cara supaya saya bisa menonton video yang disediakan di sini. Apa perangkat yang harus dipenuhi agar bisa menontonnya. Sebab, di PC saya video tidak bisa tampil saat saya mengeliknya. Siapa yang tahu solusinya tlg beritahu saya. Tq
Ada pola pembangunan jangka panjang, ada RUTR, akan tetapi pelaksanaan tidak konsisten shg tidak hayal kalau kondisi seperti ini, seorang pemimpin adalah konseptor, hrs cerdas, hrs komonikative, hrs akomodative, hrs mampu mengambil keputusan dalam waktu yg tepat, ingat pemimpin adalah pelayan masyarakat dng segala fasilitas yg ada, memang cukup berat manangani masalah kemacetan di Jakarta banyak saran masukan dari pemerhati tentang kemacetan a.l : mall jangan lagi berdiri ditengah-tengak kota, pembatasan kendaraan sesuai tahun pembuatan yg layak, mono ril, sabway, dll dan juga bukan tanggung jawab pemerintah semata akan tetapi masyarakat juga hrs bertanggung jawab artinya patuh berlalu lintas, saling menghargai satu sama lain dalam berlalu lintas, yg paling penting hukum hrs tegak buat siapa saja, hilangkan citra oknum petugas yg tidak bertanggung jawab ( maaf prit .... ) mudah-mudan Pemda DKI dan pemerintah pusat secara koordinative cepet manangani kemacetan ini.