Metrotvnews.com, Jakarta: Selain mengatrol status sosial, jabatan menteri juga berlimpah fasilitas yang menurut sebagian besar orang cukup menggiurkan. Gaji pokok menteri dan pejabat setingkat memang hanya sekitar Rp 5 juta per bulan. Namun, jangan ditanya soal tunjangan yang disebut-sebut lebih dari Rp 15 juta. Dari angka itu saja total pendapatan menteri sudah mencapai lebih dari Rp 18 juta per bulan. Sementara tunjangan operasional yang bakal dinikmati mencapai Rp 100 juta. Kemewahan lain yang menjadi hak para menteri adalah mobil dan rumah dinas. Pada kabinet Indonesia Bersatu jilid satu, para menteri menggunakan mobil Toyota Camry. Harga kendaraan ini mencapai sekitar Rp 350 juta per unit. Apabila seorang menteri melakukan perjalanan dinas, mereka mendapat fasilitas menginap di hotel bintang lima, kursi bisnis pesawat, dan kursi VIP jika menggunakan kereta serta kapal laut.(****)
pantesan banyak yg nunggu telp.......
Tunjangan MENTRI menggiurkan, tapi tunjangan MENTRI menyedihkan. Setiap hari berhadapan dengan penderita TBC BTA(+), katanya 1 orang bisa menularkan 15 orang, tapi adem adem aza selama 20 tahun. Pergi ke Lokasi penduduk TB dengan keadaan penduduk yg miskin tanpa tunjangan,karena sadar MANTERI tidak berjuang melawan musuh dengan senjata api. tapi berjuang dengan pelayanan keperawatan,konseling,komunikasi terafeutik. Indonesia sampai kapan serius menangani TBC masih rangking 3 dunia.Haruskah selalu bergantung pada negara donor? sementara korupsi masih tetap merajalela. oohh... negeriku !!! katanya subur makmur,tapi TBC masih ke 3 di dunia.
pantesan banyak yg nunggu telp.......
Tunjangan MENTRI menggiurkan, tapi tunjangan MENTRI menyedihkan. Setiap hari berhadapan dengan penderita TBC BTA(+), katanya 1 orang bisa menularkan 15 orang, tapi adem adem aza selama 20 tahun. Pergi ke Lokasi penduduk TB dengan keadaan penduduk yg miskin tanpa tunjangan,karena sadar MANTERI tidak berjuang melawan musuh dengan senjata api. tapi berjuang dengan pelayanan keperawatan,konseling,komunikasi terafeutik. Indonesia sampai kapan serius menangani TBC masih rangking 3 dunia.Haruskah selalu bergantung pada negara donor? sementara korupsi masih tetap merajalela. oohh... negeriku !!! katanya subur makmur,tapi TBC masih ke 3 di dunia.