Harga Emas Lokal Naik
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Naiknya harga emas dunia memicu kenaikan harga emas lokal. Di Yogyakarta kenaikan harga emas berdampak pada sepinya penjualan emas. Penjualan turun hingga 30 persen. Hal serupa terjadi di Surabaya. Konsumen lebih memilih menjual emas daripada membeli emas.
Kenaikan harga emas di Yogyakarta terjadi sejak memasuki
November lalu. Rata-rata kenaikan harga emas pasca-Idul Fitri mencapai 15 persen. Emas dengan kadar 40 persen kini harganya Rp 160 ribu per gram-nya. Sementara emas kadar 75 persen mencapai harga Rp 300 ribu per gram-nya.
Menurut pedagang di daerah Pecinan, Yogyakarta, naiknya
harga emas ini membuat konsumen enggan membeli emas. Sebaliknya
para pemilik emas juga belum berminat menjual emas mereka, karena spekulasi harga emas akan semakin melambung. Kalaupun ada, beberapa konsumen membeli emas hanya sebagai investasi.
Sementara di pusat penjualan emas di kawasan Blauran, Surabaya, Jawa
Timur, harga emas 22 karat mencapai Rp 270 ribu - Rp 310 ribu pPer gram. Sebelumnya hanya berharga Rp 260 ribu per gram. Sedangkan emas 24 karat telah menyentuh harga tertinggi, yaitu sebesar Rp 358 ribu per gram-nya.
Sejumlah pedagang mengaku, akibat kenaikan harga emas tersebut, jumlah pembeli cenderung berkurang. Sementara konsumen yang menjual emasnya cenderung meningkat.(RIZ)




Perdagangan emas adalah bagian dari perdagangan berjangka.Tentu sangat berpengaruh pada investasi perdagangan tersebut.Kemungkinan investor sangat diuntungkan dari kenaikan harga emas.Ada komoditi lain yang juga dipengaruhi harga emas seperti karet,kopi,minyak curah dan lain-lain yang cukup menunjang devisa negara kita.Bisa dilahat di Bappepti.Mudah-mudahan nilai ekspor komoditi ini bisa diikuti perdagangan saham dan valuta asing meskipun data ini mengacu pada bursa luar negeri.