Peringatan Hari Antikorupsi di Pemekasan dan Ternate
Metrotvnews.com, Pamekasan: Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, diwarnai bentrokan. Tiga mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan mengalami luka-luka terkena pentungan polisi. Kericuhan unjuk rasa Hari Antikorupsi juga terjadi di Ternate, Maluku Utara. Akibat unjuk rasa ini, aktivitas perkuliahan di sejumlah kampus diliburkan.
Di Pamekasan, bentrokan terjadi saat mahasiswa mencoba menerobos pintu masuk Gedung DPRD setempat yang dijaga ketat polisi. Sempat terjadi saling dorong dan pemukulan oleh petugas. Tiga mahasiswa terluka akibat insiden ini.
Massa yang beringas berupaya membalas tindakan represif polisi. Seorang polisi nyaris menjadi sasaran kemarahan mahasiswa. Untuk meredam aksi, polisi menghalau massa dengan tembakan water canon.
Dalam aksinya, ratusan mahasiswa menyerukan penegakan hukum untuk memberantas korupsi, terutama terkait skandal Bank Century yang diduga kuat melibatkan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Kericuhan juga mewarnai unjuk rasa antikorupsi di Ternate. Ribuan mahasiswa melakukan longmars dari Kampus Universitas Khairun dan Universitas Muhamadiyah Ternate ke tiga tempat aksi, yakni Kantor DPRD Maluku Utara, kantor gubernur dan polda setempat. Akibat unjuk rasa ini, aktivitas kuliah di sejumlah kampus, diliburkan.
Aksi yang semula tertib, tiba-tiba ricuh saat mahasiswa akan menerobos masuk ke Gedung DPRD Maluku Utara. Para mahasiswa berupaya mendobrak pintu masuk, namun dihadang polisi. Alhasil, mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung. Dalam aksinya, mahasiswa sempat membakar replika keranda mayat yang melambangkan matinya penegakan hukum di Indonesia. Mereka mendesak penuntasan skandal Bank Century dan menghukum pejabat yang terlibat.(DSY)



