Rekaman Rapat KKSK Diputar, Tidak Ada Robert Tantular
Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah pernyataan yang menyebutkan bahwa dirinya pernah berkomunikasi dengan mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular, dalam rapat Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK). Sri Mulyani mengaku saat itu berbicara dengan Marsilam Simanjuntak, mantan Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Proghram Reformasi. Bukan Robert Tantular seperti yang disebutkan Bambang Soesatyo, anggota Panitia Khusus Angket Bank Century dari Golongan Karya.
Bantahan ini disampaikan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Departemen Keuangan Jakarta, Ahad (13/12). Bahkan, untuk menjernihkan dan sekaligus melengkapi bantahan tersebut, dalam konferensi pers yang dimoderatori Wimar Witoelar ini, juga ditayangkan rekaman dari rapat KKSK pada 21 November 2008. Selain Marsilam Simanjuntak, hadir dalam acara ini antara lain anggota KKSK yang mengikuti rapat 21 November 2008, seperti Arief Surowijoyo (konsultan hukum KKSK), Mulyana Nasution, dan Raden Pardede serta pejabat Depkeu lainnya.
Wimar Witoelar yang bertindak sebagai moderator kemudian mempersilakan Raden Pardede yang saat rapat digelar menjabat sebagai Sekretaris KKSK. Raden Pardede menyatakan dirinya dan peserta rapat lainnya mengikuti rapat hingga selesai dan mendampingi Ketua KKSK yang sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Selain dihadiri anggota KKSK, menurut Raden, rapat bersifat terbuka itu pun diikuti pejabat Bank Indonesia, termasuk Gubernur BI Boediono dan Miranda Swaray Goeltom--dan Lembaga Penjamin Simpanan. Dan agenda saat itu pun bukan rapat pengambilan keputusan.
Soal kehadiran Marsilam Simanjuntak, Raden menjelaskan bahwa kehadirannya memang atas permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Marsilam diminta untuk kerja sama dengan KKSK.
Raden kembali memastikan bahwa Robert Tantular samasekali tidak ada dalam rapat tersebut. Diakui bahwa sempat ada penyebutan nama Robert Tantular oleh Direktur Utama Bank Mandiri--saat itu Agus Martowardojo. Dan saat itulah Menkeu meminta agar rapat selanjutnya dilakukan tertutup.
Raden memang mengakui bahwa Robert pada waktu bersamaan berada di Gedung Depkeu, lantai satu. Sedangkan rapat digelar di lantai tiga, ruang rapat besar Menkeu. Saat itu, menurut Raden, Robert bersama manajemen Bank Century dibawa Bank Indonesia dalam rangka persiapan kemungkinan dilakukan-nya pengambil-alihan Bank Century. Seusai acara ini, pihak Depkeu pun mengajak wartawan untuk melihat langsung lokasi rapat.(DSY)




JELASKAN KEBIJAKAN DAN TRANSFER DANANYA. VIDEO RAPAT ITU GA PENTING, ASS.
Bisakah negara yang kita cintai ini tidak saling fitnah ...... mana semboyang saling menghargai dan menghormati ..... Ngomongnya seperti preman semua didepan tv rakyat jadi gerah ......
Pansus Century yang patut dipertanyakan kinerjanya....
reporter kok pada bodo sih nanyanya ... reporter Metro TV cemen bener nanya kayak begitu orang udah dijelasin juga.. Cari orang yang pinter dooooonggg buat jadi reporter.... waspadai aja pansus century, bukan Sri Mulyani...
reporter kok pada bodo sih nanyanya ... reporter Metro TV cemen bener nanya kayak begitu orang udah dijelasin juga.. Cari orang yang pinter dooooonggg buat jadi reporter.... waspadai aja pansus century, bukan Sri Mulyani...