Kasus Luna Menyeret Keabsahan Pekerja Infotainment sebagai Jurnalis
Metrotvnews.com, Jakarta: Penyandangan status jurnalis bagi para pekerja infotainment masih diperdebatkan keabsahannya. Itu dilatari banyak pekerja infotanment yang melanggar kode etik jurnalistik. Demikian disampaikan anggota Aliansi Jurnalis Indonesia, Ezky Suyanto, di Jakarta, Senin (21/12).
Pernyataan Ezky ini sekaligus menanggapi kasus perseteruan antara selebritas Luna Maya dan pekerja infotainment. Kasus ini mencuat setelah Luna Maya menulis status bernada hinaan terhadap pekerja infotainment di situs jejaring sosial Twitter miliknya. Penulisan status itu berbuntut panjang setelah dibaca salah satu follower atau pengikut Luna yang juga pekerja infotainment.
Kasus Luna Maya kini terus memicu polemik yang mengugat profesionalitas awak infotainment sebagai jurnalis. Sebagian kalangan pers menilai, peliputan maupun penyajian berita yang dilakukan para pekerja infotainment hanya berbasis gosip. Para pekerja infotainment juga sering tak menghormati hak narasumber yang tidak ingin diwawancarai.
Tapi anggapan itu dibantah Direktur Utama Program Tayangan Cek and Ricek yang juga anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ilham Bintang. Ilham mengaku tak terima awak infotainment tidak diakui sebagai wartawan hanya lantaran satu atau dua kasus pelanggaran kode etik. Menurut Ilham, awak infotainmen adalah wartawan yang diakui PWI karena praktik kerja mereka adalah praktik kerja wartawan.(****)




LAPORIN AJA INFOTAINMENT ke PWI agar di blokir .. Beres kan?!! Ga mendidik ...