Susno: BI Lapor 2 Hari Setelah Robert Tantular Ditangkap

Breaking News / Polkam / Rabu, 20 Januari 2010 10:58 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji mengaku, ketika pertamakali meminta Bank Indonesia (BI) untuk membantu menangkap Robert Tantular, pimpinan bank sentral kurang kooperatif. Alasannya, belum cukup bukti untuk menangkap pemilik Bank Century itu. Hal tersebut diutarakan Susno di depan rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century di DPR, Jakarta, Rabu (20/1), saat menjawab pertanyaan anggota Pansus dari Fraksi Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah.

Susno menjelaskan, ia datang ke BI pada 25 Nopember 2008, tak lama setelah mendapat perintah dari Kapolri untuk menangkap Robert Tantular. Kapolri bertindak setelah ada perintah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang saat itu resmi bertindak sebagai Presiden karena Presiden Yudhoyono berada di luar negeri. Saat itu sedang ada rapat. Ia tidak tahu rapat apa di BI itu. Salah satu peserta rapat adalah Depuri Gubernur BI Siti Fadjriah. Saat itu, pimpinan BI mengatakan belum punya bukti.

Sejurus kemudian, Susno mendapat pesan pendek (SMS) dari tim di lapangan yang ia bentuk. Isi SMS, Robert Tantular sudah ditangkap. Ia hanya berselang dua jam setelah perintah dari Jusuf Kalla. Susno lantas memberitahukan kepada BI, Robert ditangkap karena Polri memiliki bukti awal yang cukup. Karena sudah ditangkap, Susno meminta BI membantu. Menurut Susno, BI baru kooperatif dua hari kemudian.

Ini ditandai oleh laporan BI kepada Mabes Polri. "Laporan BI itu ada setelah ditangkap. Jadi, tangkap dulu baru lapor," kata Susno. Keterangan ini berbeda dengan pernyataan Gubernur BI saat itu: Boediono. Menurut Boediono, BI telah melaporkan kasus kejahatan perbankan yang dilakukan Robert Tantular ke Mabes Polri. Susno mengakui, laporan BI itu ada pada 27 Nopember 2008.(DOR)



Bookmark and Share

KOMENTAR [9]

  • Kang Maman, Kamis, 21-Januari-2010

    Si Fachri Anjink waktu bertanya pada Wapres dan Menkeu sangat memperlihatkan mimik kebencian dan dendam, tak ada kesantunan sama sekali. kok sama Jendral Sisno begitu santun. apakah zakut karena dia polisi, atau merasa malu telah banyak yang mengkritik

  • Prigel, Rabu, 20-Januari-2010

    Menanti kejujuran........(achmad albar)

  • boonng, Rabu, 20-Januari-2010

    tukang boong...ketauan deh boongnyaaaa..enaknya diapain ya tukang boong kayak gini. mentang2 jadi wapres bisa boong..nutupin apa sih kebohongannya?hayoo

  • hersus, Rabu, 20-Januari-2010

    Nah Siapa suruh pilih Budiono jadi wapres nah baru tahu kelakuannya perampokpun dilindungi !!! gimana negara nggak bangkrut kalo pemimpinnya nggak becus atur negara susahlah awak ini kita bayar pajak tapi dikuras sama pemimpin yang nggak tahu jadi pemimpin

  • Makhluk lelet, Rabu, 20-Januari-2010

    Ayooo loh... siapa yang lelet...siapa yang lelet... Mau dibungkus berapa lapis juga klo yang namanya sudah busuk, ya busuk saja,,, pantesan negara ini susah maju-maju,,,REVOLUSI!!!!

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *