Yaqowiyu dan Sedekah Bumi, Tradisi Menolak Bala
Metrotvnews.com, Klaten: Memasuki bulan sapar dalam penanggalan Jawa, berbagai tradisi biasa digelar warga di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Sebut saja tradisi berebut kue apem hingga sedekah bumi di Klaten. Tradisi ini digelar sebagai penolak keburukan atau kesialan yang mungkin terjadi. Maklum, sebagian masyarakat Jawa masih percaya bahwa bulan sapar sebagai bulan nahas.
Tradisi berebut kue apem atau disebut juga perayaan Yagowiyu ini selalu mendapat perhatian masyarakat. Ribuan warga rela berebutan, bahkan sampai terinjak-injak demi mendapatkan kue apem yang dipercaya mendatangkan berkat.
Tradisi ini biasa digelar di Kompleks Makam Kiai Ageng Gribig di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, tepatnya di tanah lapang di dalam kompleks makam. Tradisi setiap bulan sapar ini sebenarnya berasal dari bahasa Arab, yang artinya mohon kekuatan dari Tuhan. Di Klaten, tradisi dikaitkan dengan Kiai Ageng Gribig, tokoh pembawa agama Islam di wilayah ini.
Dalam tradisi Yaqowiyu, ribuan kue apem disebarkan untuk diperebutkan oleh warga. Masyarakat percaya, jika mendapatkan kue apem yang manis, berkah dalam kehidupan mereka akan mengalir.
Karena itu, tidak heran jika warga yang telah menunggu sejak pagi rela berdesakan, sekalipun haris terinjak-injak. Tak jarang mereka hanya mendapat remah-remah kue yang telanjur hancur karena diperebutkan.
Sementara di Boyolali, untuk menyambut datangnya bulan sapar, warga menggelar sedekah tradisi bumi di tujuh mata air sendang atau Danau Waluyo Jati. Tradisi diawali dengan arak-arakan sesaji, berupa hasil bumi, ayam dan kambing yang telah disembelih.
Di sendang, sesaji kemudian didoakan. Setelah itu, seluruh hasil bumi ini pun dibagikan merata kepada warga untuk dibawa pulang. Warga meyakini makanan yang sudah didoakan di Danau Waluyo Jati ini dapat membawa keselamatan dan memperlancar rejeki.
Acara yang telah berlangsung secara turun temurun ini sekaligus sebagai wujud syukur dan pengharapan kepada Sang Pencipta agar diberikan rejeki melimpah.(DSY)




tradisi yang sangat lucu.............................hehehe......................
tradisi yang sangat lucu.............................hehehe......................