KPK Periksa Zainal Abidin dan Ari Muladi
Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa dua orang saksi dalam kasus berbeda. Dua orang itu antara lain Ari Muladi dan Zainal Abidin.
Pertama KPK memeriksa Zainal Abidin, mantan Direktur Pengawasan Perbankan Bank Indonesia. Zainal diperiksa terkait skandal penyelamatan Bank Century. Selama pemeriksaan, Zainal tidak didampingi kuasa hukumnya.
Zainal diperiksa terkait adanya temuan data dan informasi penyelidikan Bank Century. Namun saat ditanya wartawan, saat kedatangannya di KPK, Zainal tidak memberikan komentar sedikit pun mengenai penyelidikan tersebut kepada wartawan.
Pemeriksaan sebelumnya Zainal diperiksa terkait dengan proses merger Bank Pikko, Bank CIC dan Bank Danpac yang dilebur menjadi Bank Century. Selain itu, Zainal diperiksa soal proses Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) ke penempatan modal sementara kepada Bank Cenury terdapat indikasi korupsi.
Selain itu, KPK juga memeriksa Ari Muladi. Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus percobaan suap yang melibatkan Anggoro Widjojo dan Anggodo Widjojo. Ari juga diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan yang melibatkan Anggoro Widjojo yang juga kakak, Anggodo Widjojo.(DSY)




KPK jangan di siasiakan kepercayaan rakyat indonesia buktikanlah bahwa kalian adalah panglima hukum di negri ini usut cepat kasus century jangan takut sama penguasa waprws sekalipun kalau bersalah jebloskan
KPK !!!! kalianlah hingga saat ini masih dipercaya sebagian besar masyarakat Indonesia, kecuali koruptor dan keluarganya yg lupa diri. Oleh karena itu harapan kami dengan sungguh-sungguh mengungkap kasus Bank century. Percayalah hingga saat ini kalian semua didukung 200 juta masyarakat Indonesia, sebab penegak hukum lainnya sdh tdk diharapkan lagi, jadi tolong jangan ragu-ragu dan selalu hati2 misalnya Zainal Abidin diperiksa tdk didampingi kuasa Hukum, jangan-jangan nanti didepan hakim dia (Zainal A)punya alasan, misalnya penyidik paksalah,..... buktinya tdk didampingi pengacara. Tetapi saya yakin dan pasti anda lebih tau dari saya......hal itu sudah pasti diantisipasi.. kalian ...Bravo........buat KPK hidup Pak Bibit dan Pak Chandra...kami dibelakang kalian, ......jangan lupa kasus KPU Pusat ttg Daftar pemilih.yang ambrullllllll adul .......koooooooooodiam-diam aja itu kasus besar juga dan terang benderang...................
KPK !!!! kalianlah hingga saat ini masih dipercaya sebagian besar masyarakat Indonesia, kecuali koruptor dan keluarganya yg lupa diri. Oleh karena itu harapan kami dengan sungguh-sungguh mengungkap kasus Bank century. Percayalah hingga saat ini kalian semua didukung 200 juta masyarakat Indonesia, sebab penegak hukum lainnya sdh tdk diharapkan lagi, jadi tolong jangan ragu-ragu dan selalu hati2 misalnya Zainal Abidin diperiksa tdk didampingi kuasa Hukum, jangan-jangan nanti didepan hakim dia (Zainal A)punya alasan, misalnya penyidik paksalah,..... buktinya tdk didampingi pengacara. Tetapi saya yakin dan pasti anda lebih tau dari saya......hal itu sudah pasti diantisipasi.. kalian ...Bravo........buat KPK hidup Pask Bibit dan Pak Chandra...kami dibelakang kalian, ......jangan lupa kasus KPU Pusat ttg Daftar pemilih.yang ambrullllllll adul .......koooooooooodiam-diam aja itu kasus besar juga dan terang benderang...................
KPK kalianlah hingga saat ini masih dipercaya sebagian besar masyarakat Indonesia kecuali koruptor dan keluarganya yg lupa diri. OKI dengan sungguh-sungguh mengungkap kasus Bank century. Percayalah hingga saat kalian semua didukung 200 juta masyarakat Indonesia, sebab penegak hukum lainnya sdh tdk diharapkan lagi, jadi tolong jangan ragu-ragu dan selalu hati2 misalnya Zainal Abidin diperiksa tdk didampingi kuasa Hukum jangan-jangan nanti didepan hakim dia punya alasan penyidik paksalah buktinya tdk didampingi pengacara. Tetapi saya yakin dan pasti anda lebih tau dari saya......hal itu sudah pasti diantisipasi.. Bravo........KPK hidup Pask Bibit dan Pak Chandra...kami dibelakang kalian, jangan lupa kasus KPU Pusat ttg Daftar pemilih.yang ambru adul .......koooooooooodiam-diam aja itu kasus besar juga dan terang benderang...................
Begitu KPK jangan tunggu pansus dpr krn mereka itu mempolitisir kasus tsb utk kepentingan partainya apalagi pansus bekerja secara terbuka sehingga menjadi iklan gratis. Tentu setelah bukti cukup kuat akan ada yg jadi tersangka nah pasti mereka akan bersuara sehingga akan terus berlanjut. Kalau pansus dpr sangat jelas arah dan tujuannya adalah politik tapi saya heran begitu bersemangat mendengarkan mereka di media padahal hakekatnya mereka lagi kampanye gratis biar thn 2014 jadi besar dan berkuasa. Apakah rakyat mau diatur golkar yg 32 thn atur kita semaunya dan puncaknya krisis thn. 1998 ? apakah rakyat mau dipimpin pdip yang jual aset-aset negara ? makanya rakyat tidak usah peduli lagi dng century di pansus krn tujuannya jelas politik tapi mari kita ikuti kasus century melalui kpk krn ini soal penegakkan hukum.