Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah sempat tertekan selama sepekan, nilai rupiah kembali menguat. Penguatan ini ditopang oleh menguatnya bursa global dan regional di Asia. Pada perdagangan Rabu (3/2) pagi, rupiah berada di level Rp 9.362 per dolar Amerika Serikat atau menguat delapan poin. Head of Treasury Bank Central Asia Branko Windu memprediksi rupiah bisa menguat lebih besar lagi. Hal tersebut, menurut Windu, bisa dilihat dari pergerakan bursa regional pagi ini yang positif. Untuk jangka panjang, rupiah masih berada dalam tren penguatan, Terkait pelemahan sepekan kemarin, Windu menilai, itu karena faktor eksternal saat pasar masih khawatir dengan prospek pertumbuhan ekonomi di Amerika dan Eropa. Pelemahan euro juga membikin dolar secara global menguat. Dolar menekan nilai tukar rupiah. Hingga perdangangan siang nanti diprediksi rupiah bergerak di level Rp 9.300 hingga Rp 9.370 per dolar Amerika. Pelemahan dolar Amerika berjalan seiring dengan keberanian investor mengambil risiko pada mata uang negara Eropa maupun Asia Pasifik. Perdagangan pagi ini menunjukkan euro berada di level 1,3969 per euro atau menguat lima poin. Banyak investor mengalihkan alokasi dana ke aset saham dan komoditas setelah data ekonomi Amerika menunjukkan pemulihan. Misalnya, pertumbuhan 5,4 persen untuk produk domestik bruto (PDB) Amerika di triwulan keempat 2009. Angka itu tergolong pemulihan yang cepat dalam enam tahun terakhir. Kendati demikian, investor masih berhati-hati menjelang rapat Bank Sentral Eropa yang akan menentukan suku bunga Euro besok. Selain itu, yen Jepang juga menguat 15 poin terhadap dolar Amerika. Pagi ini dolar Singapura, peso Filipina, dan baht Thailand masing-masing melemah 15, 245, dan delapan poin. (*****)