Menkeu Optimistis RPP Cost Recovery Dongkrak Investasi Migas
Metrotvnews.com, Jakarta: Pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai cost recovery usaha minyak dan gas masih menimbulkan pro dan kontra. Hal tersebut terungkap dalam rapat antara Komsi VII DPR dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/2).
Sejak tahun lalu, DPR berniat menurunkan cost recovery dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN) 2010 dari 13 miliar dolar menjadi 12 miliar dolar. Dewan menilai, cost recovery cukup membebani anggaran negara.
Sejauh ini Sri Mulyani optimistis rancangan itu dapat meningkatkan investasi di sektor minyak dan gas. Alasannya, rancangan memberikan kepastian kepada kontraktor kontrak kerja sama (contract production sharing/CPS) mengenai pengaturan cost recovery.
Pembahasan mengenai biaya pergantian eksplorasi dan produksi kegiatan minyak dan gas oleh pemerintah yang telah dibahas sejak tahun lalu belum menemukan titik temu. Padahal, saat ini rancangan sudah dalam tahap final dan akan segera diajukan ke Presiden untuk ditandatangani.
Menurut Sri Mulyani, cost recovery terbukti meningkatkan penerimaan negara dalam lima tahun terakhir. Setiap satu dolar Amerika cost recovery yang dibayarkan akan menghasilkan empat dolar Amerika sebagai penghasilan.(*)




Setiap 1 dollar cost recovery yg di bayar akan menghasilkan 4 Dollar sebagai penghasilan. kalau di hitung2 dari awal nya. Rakyat Indonesia mayoritas itu seharus nya lebih kaya dari negara2 tetangga. Indonesia seharus nya telah menjadi negara yg sangat MAKMUR! ,Tetapi kenyataan nya ?