Defisit APBN 2010 Meningkat 2,2 Persen
Metrotvnews.com, Jakarta: Defisit Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara 2010 meningkat menjadi 2,2 persen. Kondisi ini lebih besar dari asumsi awal yang semula dipatok 1,6 persen atau sebesar Rp 98 triliun. Demikian dikatakan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu di Jakarta, Senin (22/2).
Menurut Anggito, lonjakan defisit terjadi karena adanya penyesuaian perkembangan perekonomian terkini. Salah satunya adanya perubahan pendapatan dan belanja negara.
Meski defisit dinaikkan, Anggito memastikan, target pertumbuhan ekonomi tak akan didongkrak. Dia mengatakan, hingga kini pemerintah masih menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen.
Setidaknya ada tiga indikator yang akan berubah dalam APBN 2010. Pertama harga minyak dari US$ 65 menjadi US$ 77 per barel. Kedua, target inflasi diasumsikan 5,7 hingga 6 persen dari sebelumnya 5 persen plus minus satu.
Ketiga, tambah Anggito, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dari Rp 9.300-Rp 9.400 per US$. Asumsi sebelumnya Rp 10 ribu per dolar AS.(ICH)



