Terlambat, Seorang Siswa Dipukul Kepala Sekolah
Metrotvnews.com, Ungaran: Kasus kekerasan di sekolah kembali terjadi. Kali ini, Ryan Adi Wijaya, siswa kelas 1 SMK Nahdlatul Ulama Ungaran, Jawa Tengah, terpaksa harus dilarikan ke puskesmas setempat. Ia dipukul kepala sekolahnya, Akhmad Hanik, karena terlambat masuk sekolah.
Hasil Puskesmas Lerep menyatakan korban mengalami lebam di leher kiri akibat pukulan benda tumpul. Ryan mengaku, awalnya ia beserta 37 siswa lainnya dihukum karena terlambat masuk sekolah. Mereka dihukum dijemur di halaman sekolah dan harus bertelanjang dada.
Ryan membuka baju seragamnya. Namun ia menolak melepas kaos dalam. Rupanya ini membuat kepala sekolah Akhmad Hanik meradang. Ia kemudian menendang dan memukul Ryan di bagian leher.
Di lain tempat, Akhmad Hanik membantah telah melakukan tindak kekerasan. Ia mengaku hanya memberi sanksi kepada siswa yang terlambat. Sanksi yang diterapkannya hanya berjemur dengan bertelanjang dada selama 45 menit. Meski begitu, kasus ini tetap diproses oleh Kepolisian Sektor setempat.(***)




katanya ikut geng motor, denger2 badannya tatotan, tapi gak diapaapain kok bilangnya di pukul pake benda tumpul. ha ha ha ha cemen banget
Hahahahahaha Lebay banget tu orang dipukul katanya... tu klo dihipnotis uya kuya pasti ngaku itu wakakakakak BOHONG ITU DOSA BETUL GAK
Sekali lagi mengenai karakter. Menjadi kepala sekolah memang harus dilandasi karakter pemimpin dan seorang bapak yang baik.
Jangan maen pukul donk pak...!!!