Unjuk Rasa Mahasiswa di Makassar Anarkis
Metrotvnews.com, Makassar: Unjuk rasa mahasiswa di beberapa kampus di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (4/3), masih berlangsung. Perusakan dan pemblokiran jalan mewarnai unjuk rasa ini.
Unjuk rasa mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, berlangsung ricuh. Mahasiswa melempari kantor pos polisi setempat. Selain itu mereka juga menutup ruas jalan Alauddin dan menahan sejumlah kendaraan. Namun, tidak terlihat aparat di pos polisi karena menghindar dari gesekan. Mahasiswa menjadikan polisi sebagai target mereka. Akibat peristiwa ini ruas jalan Alaudin macet total.
Sementara itu, sweeping dan penutupan jalan juga terjadi di markas HMI wilayah Botolempangan, Makassar. Mahasiswa melempari polisi lalu lintas dengan batu. Massa juga membakar ban bekas sehingga memacetkan arus lalu lintas.
Aksi mereka terkait penyerbuan markas HMI Makassar, Rabu malam. Sepuluh orang berpakaian preman menyuruh mahasiswa masuk ke dalam markas HMI, saat mahasiswa berkonsolidasi untuk melanjutkan aksi demo Century. Sebanyak lima aktivis HMI terluka. Satu orang yang dikenali merupakan anggota Detasemen Khusus 88 AntiTeror. Sementara pihak Densus menyebutkan mereka hanya mencari seorang aktivis yang dicurigai selalu menjadi provokator.(*)




maju tak gentat membela yang benar!
yuk....................pindah negara aja yuk...........pusing liat keadaan indonesia
Saya Bangga menjadi orang MAKASSAR, Tetapi tindakan di makassar yang sok tahu dan sok jago membuat saya malu.. Mungkin karena mereka belum tahu rasanya mencari Nafkah sehingga seenaknya saja merusak barang milik rakyat.. kalo mahasiswa berdemo dan merusak dianggap itu sudah wajar tetapi kalau polisi bertindak tegas pasti dianggap melanggar HAM..kalau saya punya usul LUMPUHKAN semua mahasiswa yang anarkis..MAHASISWA TAIKKKK
Anak muda umur udah diatas 17th, Yang disalahin Gurunya lah , dosen nya, orangtua nya, weleh2 dudulz. , kriminal lagi masuk Buih lah gurunya.
Mahasiswa...Demo ... kerusuhan ... anarkis ....tawuran.. apalagi ya ? Menyedihkan ngerti permasalahnnya pun tdk, ikut ribut menjadi sebuah kebanggaan. Dibilang anak2 ? wong sdh lulus sma, dibilang jagoan ? beraninya cuma keroyokan, ditanya prestasinya ? capek deeh.... Wahai mahasiswa yg merasa gagah perkasa dan membanggakan intelektual, pernahkah anda bertanya kpd kolega anda yg bapaknya, pamannya, abangnya jadi polisi ? setelah itu perhatikan apa yg terjadi ?