Mahasiswa Justru Bentrok dengan Warga di Makassar
Metrotvnews.com, Makassar: Aksi demo mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan berujung keributan, Kamis (4/3). Mahasiswa terlibat saling lempar batu dengan warga.
Tak tahu mana yang mulai, lemparan batu antarkedua kubu melayang di jalan Sultan Alaudin, Makassar. Aksi ini mengakibatkan jalur lalu lintas lumpuh. Sejumlah anggota kepolisian bergerak maju untuk mendesak mahasiswa. Mereka juga melepaskan gas air mata untuk membubarkan aksi mahasiswa tersebut.
Sebelumnya mahasiswa menggelar aksi terkait penyerangan markas Himpunan Mahasiswa Islam Makassar, Rabu kemarin malam. Pagi tadi mahasiswa merusak sejumlah pos polisi di sejumlah titik. Satu orang terkena lemparan batu di pelipis mata.
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Polisi Adang Rohyana meminta maaf atas aksi penyerangan terhadap markas HMI yang diduga dilakukan polisi. Menurutnya, perbuatan tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain. Terkait dengan pengerusakan pos polisi, pihaknya akan menindak tegas mahasiswa yang terlibat.
Kapolda juga turun ke lokasi bentrokan antara mahasiswa dan warga. Menurutnya, tawuran warga dengan mahasiswa karena warga merasa terganggu dengan aksi anarkis yang dilakukan mahasiswa. Adang mengaku akan mengambil tegas pihak-pihak yang melakukan tindakan kekerasan. Ia juga menyatakan akan mengamankan situasi di Jalan Sultan Alaudin.(*)




terkadang saya tidak mengerti maunya mahasiswa yang seperti itu apa,,katanya membawa aspirasi rakyat tapi ko ya membuat rakyat susah...kalo bisa dinominalkan berapa rupiah kerugian yang ditanggung akibat kekacauan yang dilakukan mahasiswa,,,jalan macet,fasilitas rusak,ada korban,,tolonglah kalian itu katanya orang2 berpendidikan,berfikir sebelum bertindak..tidak akan lebih baik negeri ini jika nanti generasi kalian yang memimpin kalo caranya dengan seperti ini..
emang para mahasiswanya aja yang ga pada punya pikiran.klo emang mau demo ya boleh aja tapi jangan yang anarkis begitu dong.demo kan hanya untuk menyampaikan aspirasi kita bukan untuk meluapkan emosi kita.apalagi mahasiswa makasar yang bisanya cuma pada ribut doang.bukan kali ini saja para mahasiswa di makasar ribut.tapi hampir di setiap demo pasti pada ribut.sebenernya yang demo mahasiswa apa para preman....?saya paling senang waktu jaman pak suharto ga...ga ada yang namanya demo2 segala...ga ada yang bertato...kalopun ada pasti ga bakalan selamat........!untuk pak polisi"kalo yang pada ribut mending di tangkep trus kasih ke buaya..."
mahasiswa2 bodooo ... katanya kaum intelektual ....
rindu dgn zaman soeharto,,yg damai ga ad demo2 yg anarkis,,klo demo anarkiss,,tembakkk... coba skrg jga gtw,,tembakk aj yg anarkiss,,,
mahasiswa salah polisi juga salah kalian sama2 salah,tujuan baik tapi dilakukan dengan perbuatan yang tercela akan mem buat tujuan tersebut tidak sampai.untuk mahasiswa makasar belajarlah ber etika dalam ber demo,untuk polisi makasar tahan emosi kalian,tugas kan intel kalian untuk memantau perilaku demo dan rekam perilaku mereka,kalo memang perlu di pidanakan kan tinggal ambil saja.gitu aja kok di balas aksi