Komnas HAM Menyelidiki Insiden Tawuran Makassar
Metrotvnews.com, Makassar: Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM), Ahad (7/3), mengunjungi Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar di Jalan Bonto-lempangan, Makassar, Sulawesi Selatan. Dari hasil pantauan ini, Komnas HAM memiliki kesimpulan sementara adanya indikasi pelanggaran HAM atas penyerangan kantor HMI.
M Ridha Saleh, anggota Komnas HAM mengaku diutus untuk mencari data dan fakta seputar penyebab terjadinya bentrokan antara warga, mahasiswa dan aparat kepolisian. Dalam dialog di Sekretariat HMI Makassar, Ridha yang didampingi Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM menanyakan kronologis penyerangan Sekretariat HMI oleh oknum polisi.
Dari hasil pantauan ini, Ridha memiliki kesimpulan sementara adanya indikasi pelanggaran HAM atas penyerangan kantor HMI. Sebaliknya mahasiswa yang terbukti melakukan pengrusakan kantor polisi dan fasilitas Polri, Ridha menyatakan sudah selayaknya juga dilakukan tindakan menurut hukum yang berlaku.
Rencananya, hari ini juga Komnas HAM bertemu dengan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Inspektur Jenderal Polisi Adang Rochjana. Pertemuan juga untuk mengetahui kronologis penyerangan kantor HMI Makassar, versi kepolisian.
Di bagian lain, unjuk rasa aktivis HMI yang memprotes penyerangan Sekretariat HMI Makassar masih terus berlanjut hingga hari ini. Di Sinjai, Sulawesi Selatan, puluhan aktivis HMI setempat berunjuk rasa di jalan-jalan utama kota Sinjai.
Pengunjuk rasa berkumpul di Jalan Persatuan Raya dan sempat membakar ban bekas serta memblokade jalan. Polisi terpaksa mengalihkan pengendara kendaraan ke jalur lain. Demonstran terus berorasi memprotes tindakan beberapa oknum polisi yang menyerang kantor Sekretariat HMI Makassar. Mereka juga membagikan selebaran yang berisi kecaman pada tindakan oknum polisi yang melakukan penyerangan dan meminta kasus ini diusut tuntas.(DSY)




Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda umurnya, bodoh pemikirannya. Mereka berbicara seperti perkataan manusia yang paling baik. Keimanan mereka tidak melewati kerongkongannya, mereka keluar dari agama ini seperti keluarnya anak panah dari buruannya. (inilah bibit KAWRIJD)
HMI tunjukan akhlak Islamiahmu dan hilangkan akhlak anarkismu, ingat tu wasiat pendiri HMI, HMI disuruh bubar kan krna sudah tdk sesuai dgn tujuan utama..lebih cocok kalau namanya HMI (HIMPUNAN MAHASISWA IBLIS) kasihan betul pendiri HMI tidak di gubris wasiatnya.....................
Memang terkadang kita lihat arogansi mahasiswa ada, tapi untuk saat ini siapa yang bisa mendobrak pemerintahan sekarang ini kalo bukan mahasiswa....? Sejarah sudah membuktikan bahwa merekalah pahlawan sejati bangsa ini....tanpa tendensi harta atau jabatan meskipun mereka harus mengorbankan nyawa seperti 1998, mana tanda jasa mereka...? Sampai sekarangpun tidak ada yang berani mengungkap peristiwa itu.....! Bangkit terus Mahasiswaku, Pahlawanku...... TERIAKAN PERJUANGAN KALIAN KE SELURUH INDONESIA RAYA, sudah saatnya kalianlah yang memimpin negeri ini.....................
Mahasiswa bisanya cuma berteriak "HAM, HAM dan HAM", tetapi mereka tdak pernah menghormati Hak Asasi orang lain!!! BIsanya cuma buat rusuh, gak pernah berpikir untuk memajukan bangsa... Jadi teringat jaman purbakala dulu, bisanya berburu dan meramu, menyelesaikan masalah dengan kekuatan otot, sama seperti mahasiswa sekarang ! Dari demo2 dulu, mahasiswa gak pernah ganti fasilitas yang dirusak, makanya mereka terus mengulanginya. Kalo ditangkap polisi bilangnya HAM........
Ngaku himpunan mahasiswa islam, belajar agama dulu sono!!! Main tawur2an brutal, menyakiti orang lain, apapun alasannya tidak dibenarkan!!!! agama tidak mengajarkan kekerasan. Memangnya kalau diserang harus membalas?? kalau berpedoman pada prinsip spt itu, Anda hidup di dunia tidak pernah belajar mengasihi orang lain.