Waspada Daging Oplosan Marak di Palembang
Metrotvnews.com, Palembang: Masyarakat Palembang, Sumatra Selatan, diresahkan dengan beredarnya daging babi bercampur daging sapi di pasar-pasar. Daging oplosan ini juga semakin banyak beredar di toko dan pasar swalayan di Palembang.
Kepolisian Kota Besar Palembang harus bekerja lebih maksimal mengungkap sindikat penjual daging oplosan. Meski sudah menangkap penjual dan pemasok di sejumlah pasar, sindikat penjual dalam skala besar belum berhasil dibekuk.
Sejauh ini, polisi sudah menangkap tersangka penjual dan pemasok bernama Pendi, Ibrahim, dan Yusuf. Mereka diciduk saat bertransaksi di Pasar Soak Bato. Mereka mengaku tiga bulan lamanya menjalankan aksi ini. Alasannya, butuh uang dalam waktu cepat. Daging oplosan dijual seharga Rp40 ribu per kilogram, sementara daging sapi biasa seharga Rp60 ribu.
Kepala Poltabes Palembang Komisaris Besar Polisi Luki Hermawan mengatakan, pelaku dijerat Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Polisi terus memburu sindikat lebih besar yang sudah menguasai pasar-pasar besar di Palembang.(*****)




ini prinsip halal haram hantam..dan menghalalkan segala cara asal kaya..nauzubillah minzalik..
ORANG2 TAK BERIMAN cari duit kok ngerugikan orang. kalo pengoplos selain islam bisa saya maklum tapi kalo KTP nya islam mending bunuh aja tu orang. barangkali gak pernah denger ceramah kalo tu babi HARAM main hantam aja. lho makan tu daging celeng sendiri. sebaiknya hukum jangan bersikap lunak lebih keras lagi kalo perlu ancaman hukumnya diperberat
seharusnya pabrik yang memproduksi formalin harus digrebrek juga dan dimusnahkan juga jadi bukan hanya para konsumen tetapi juga dari pihak produsennya yang memproduksi formalin tersebut