Empat Bank BUMN Diharapkan Diberikan Exception

Market Review / Ekonomi - / Rabu, 10 Maret 2010 10:05 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia telah menyetujui untuk menunda soal ketentuan kepemilikan tunggal (single presence policy/SPP) terhadap empat bank BUMN. Kementerian BUMN pun masih bernegosiasi agar pihak BI memberikan perlakuan khusus terhadap empat bank BUMN soal ketentuan kepemilikan tunggal.

"Bank Indonesia memahami kesulitan kita dan kita minta penundaan dua tahun. BI bersedia. Dalam masa tersebut saya berharap ada pembahasan tentang kebijakan BI tersebut. Target kita, bank BUMN ini mendapat exception dibandingkan bank swasta karena bank ini sudah terlalu besar untuk ukuran Indonesia walapun kecil di ukuran dunia", jelas Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, di Jakarta, Selasa (9/3).

Mustafa menambahkan, bank BUMN ini merupakan bank besar. Keempat bank sudah bersinergi dalam menjalankan operasional, termasuk spesifikasi pasar kredit.

Batas waktu pelaksaan kebijakan SPP perbankan nasional sebenarnya ditetapkan pemerintah, yaitu pada akhir tahun 2010.

Untuk mengisi jeda waktu tersebut, seluruh perbankan pemerintah bakal mempersiapkan tujuan pemerintah yaitu menjadikan bank pelat merah sebagai bank yang berorientasi global. Selain itu bank pemerintah juga bakal melakukan restrukturisasi internal untuk membantu program-program pemerintah.(*****)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *