Pemilik Kos Kaget Teroris Kos di Rumahnya

Metro Hari Ini / Hukum & Kriminal / Rabu, 10 Maret 2010 18:27 WIB

Metrotvnews.com, Pamulang: Sebuah rumah kos di Jalan Salak, Pamulang Selatan, Banten, diduga sebagai tempat persembunyian teroris. Petugas Pusat Laboratorium Forensik Polri menemukan sejumlah bahan peledak di kos tersebut, Rabu (10/3). Polisi menduga bahan peledak itu milik tiga teroris yang tewas di Pamulang. Seorang di antaranya adalah Dulmatin alias Yahya Ibrahim.

Penemuan itu membuat pemilik kos, Ayu, geger. Ayu mengaku tak mengira orang yang mengontrak di rumahnya ternyata teroris kelas wahid. Ayu tak pernah mencurigai pengontrak tersebut. Dulmatin mengaku sebagai Yahya kepada Ayu.

"Yahya, orangnya biasa saja. Sama seperti warga lain. Saya sering melihat dia merokok dan berbincang dengan penghuni kos lain," kata Ayu kepada reporter Metro TV, Pangeran Punce.

Ayu mengaku sering bertemu dengan Yahya, terutama saat menagih uang kos. Wanita berambut panjang itu terakhir kali bertemu dengan Yahya dua pekan silam.

Ayu mengatakan, ia sempat tak percaya bahwa teroris yang tewas itu merupakan penghuni kosnya. Setelah ia melihat foto Dulmatin di media, ia yakin bahwa Yahya adalah Dulmatin.(***)



Bookmark and Share

KOMENTAR [1]

  • lendy, Rabu, 10-Maret-2010

    makanya kalau ngontrak rumah ke orang yang tdk dikenal.. hati-hati dong.. selidiki dulu siapa orangnya, asal usulnya.. dll.

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *