Rencana Pertemuan Staf SBY-Megawati Dinilai Tidak Pas
Metrotvnews.com, Jakarta: PDI Perjuangan membantah isu pertemuan Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Staf Khusus Presiden RI. "Saya kira urgensinya untuk apa ya pertemuan itu. Saya rasa, dengan segala hormat, kurang pas rasanya. Apalagi kalau yang mau bertemu sampai staf khusus. Saya rasa itu tidak begitu pas," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Maruarar Sirait di Jakarta, Jumat (12/3).
Menurutnya, Megawati tidak akan membuka satu pun pintu bagi Staf Khusus Presiden. Terlebih, lanjutnya, jika pertemuan ini terkait unsur politik. Pada hari yang sama, Felix Wanggai, Staf Khusus Presiden RI, menegaskan pertemuan ini untuk mendukung kebersamaan dengan berbagai partai politik soal masa depan pemerintahan.
"Pertemuan dengan tokoh-tokoh politik itu untuk agenda pemerintahan ke depan. Kita tetap membangun kebersamaan dalam agenda kebangsaan yang sudah kita sepakati. Rencana ini tidak ada arah ke soal koalisi dengan PDIP," tegasnya.(*****)




tidak apa-apa bagi-bagi kekuasaan itu lezat dan menyenangkan, yang penting kepentingan rakyat , bangsa dan negara Indonesia lebih diutamakan dan adil serta makmur. LANJUTKAN .
Waduh..duh...ketemu nih...untuk saling tukar pengalaman yaah ??? Dulunye saling tonjok-tonjokan kata...sekarang saling rangkul...agar bisa banyak manfaat dan dapat ikan paus bukan hanya kakap nih yeee. Selamat berbagi-bagi...yang lalu biarkan berlalu... toh hanya rakyat yang menderita...pajak naik teruuuus...minyak tanah udah hilang dan jika ada harganya meroket. Jika simiskin ingin hidup terus...yah tumpukan sampah masih menanti untuk dikais-kais karena lowongan kerja sudah tidak ada lagi. Mereka2 yg memegang kendali hanya sibuk bagi-bagi, selamatyeee.
Astagfirullohaladziiiiiim... Sebegitu bencinya sebagian rakyat ini kepada para pemimpinnya. Tak ada asap jika tak ada api.. Tapi kenapa kebenciannya begitu dahsyat, hanya Tuhan-nya dan merekalah yg tahu.. Mangudel cuma berharap saja ini menjadi bahan introspeksi dan renungan bagi para pemimpin negeri ini, bahwa betapa sulitnya, betapa harus diperrtanggungjawabkannya segala tingkah laku, polah pemimpin yg senantiasa ditiru, dinilai, bahkan dihakimi oleh rakyat-rakyatnya. baik hari ini, dikemudian hari maupun setelah mati.. jika saja para pemimpin ini selalu sadar akan mati. Karena segala sesuatu yg dikerjakan akan mengundang konsekwensi balasannya nanti di akhirat.
sudah sebegitu parahkah kondisi bangsa ini sehingga org2 yg berkomentar tdk lg mengindahkan etika ? masyaAllah, kita ini org Indonesia yg terkenal santun.
Sdr Sri Mulyadi baiknya anda berfikir jernih, jangan suka menilai orang negatif saja coba anda introspeksi diri apakah anda lebih baik - lebih pintar dari yang anda jelek2kan itu. Bravo Bu Mega