Hidayat Nur Wahid: Kenapa Tidak Dulu-dulu?
Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mempertanyakan perihal penyergapan teroris di Nanggroe Aceh Darussalam yang baru dilakukan saat ini. Padahal, kepolisian telah mengetahui keberadaan teroris itu sejak tahun lalu. Demikian juga soal kedatangan Dulmatin, tersangka gembong teroris.
"Tentu kita mendukung penyelesaian masalah terorisme. Tapi, timing-nya yang kemudian diambil [Polri], kenapa kok ndilalah [kebetulan] menjelang kedatangan Obama. Ndilalah menjelang keberangkatan Pak SBY ke Australia?" papar mantan Ketua MPR ini di Jakarta, Sabtu (13/3).
Tapi, Hidayat menyatakan bahwa pemberantasan terorisme sudah dan masih sedang berjalan. Meski waktu pelaksanaan pemberantasan dipertanyakan, Hidayat berharap bahwa gebrakan Polri ini bukan hanya karena pesanan semata, pihak asing terlebih. Diharapkan pemberantasan itu murni untuk kepentingan bangsa Indonesia.(DSY)




Betul sekali itu.. terus maju POLRI membuat skenario2 lain. Daripada dana dicaplok negara jiran, mending kita yang dapat. Rugi banget kalau upgrade skill harus menyewa pelatih luar dengan dana APBN. Tapi jangan terlalu kasar mainya, timingnya dijaga biar tidak terlalu kentara kalau kita ngiler dapat dana tambahan setelah keberhasilan pertama Pak Da'i Bachtiar menggalang dana pada kunjunganya di gedung putih seperti didocumentarykan the journey man.
terus maju polisi ....biarkan ANJING 2 meng gonggong...yg masuk akal kenapa teroris tumbuh subur di negri ini...karena masih banyak yg merasa senasib dan sepenanggungan..contohnya ini pak nur ini..di matanya densus88 selalu tak sempurna..atau kesal anak buahnya ketangkep???...bukankah jika nanti bom meledak dolar naik kita semua yg rugi??? atau jgn2 pak nur punya dollar banyak?? yg masih mempersalahkan polri dalam menangani teroris sudah dipastikan 90% memiliki paham yg sama sehingga akan berkoar menyudutkan polri..atau jgn2 malah biang keroknya dan yg mendanai???
Ini proyek jutaan dollar loh. Insting bisnis itu memang harus jalan bos! Karena anggaran dana untuk menyikat yang namanya teroris itu memang besar disediakan negara maju, maka Indonesia sebagai negara yang berpenduduk Muslim terbesar dan berada di posisi silang lalu lintas barang dan jasa berpeluang besar untuk mendapatkan dana2 itu. Tinggal dirancanglah skenarionya. Siapa jago main catur dan petak umpat dialah yang dapat. Logikanya kalau dana2 program seperti ini dari luar gede yang masuk, dana yang dari APBN buat Polri mustinya bisa dihemat loh. Kalau ndak pake skenario, kapan Polri bisa di update bos!
Keliatan NAIFNYA Pemimpin polisi kita ini,sangat jelas apa yang dikerjakan hanya sekedar polesan demi atasan,bukan demi keamanan dan kenyamanan rakyatnya.contoh nya setiap tangkap teroris dilakukan pada saat pas song Bos posisi KEJEPIT.sungguh GOBLOK nya pemimpin polisi kita hanya menangkap 2-8 orang teroris saja harus keroyokan ratusan personil polisi kaya mau perang di medan laga saja.begitu tidak profesionalnya Pemimpin polisi kita yang satu ini,setiap menangkap gembong teroris selalu berakhir tragis mati tanpa bisa dikorek pengakuannya,sebetulnya kalau mau tangkap hidup2 ga susah tembak saja pakai senjata gas air mata pasti ketangkap tanpa hrs hilang nyawanya.berani nya keroyolan bahkan habiskan peluru sampai milyaran rupiah harganya hanya untuk menangkap orang sipil yg jumlahnya tak seberapa......malu-malu in aja nih polisi kita ini....gitu kok bangganya setengah mati....huuuuuh....sombongnya,,,,,!!!! giliran tangkap kurupsi yang sudah didepan mata saja sulitnya minta ampun apa memang polisi kita sdh jadi BEKINGNYA para kuruptor......? apa memang polisi kita bagian dari setiap skenario kurupsi kelas kakap dinegeri kita ini.....? jawab nya hanya DANURI yang tau dan bisa memberikan jawaban yg pasti........sungguh sangat ngeri hidup dinegeri yang penuk manusia2 mental teri,,,,kerjanya hanya cari sensasi dan cari pujian bukan berkerja demi amanat yg sdh diberikan......aneh tapi nyata seragam angker yg kita berikan hanya untuk gaha2an tanpa pernah berpikir bahwa sebetulnya itu simbul tugas mulia demi tegaknya negara aman tenteran baik lahir maupun batin rakyatnya bukan diberikan untuk menakut2i rakyatnya dan demi pesanan sang big bos yg haus harta dan kekuasaan semata......ANEH TAPI NYATA..........polisi kita di jaman presiden SBY berkuasa sekarang ini dijadikan robot2 seragam yang siap menerkam siapa saja yg tak mau diajak kompromi persengkonglan.......Dasaaaaaaaaaaar,,,,,,,pengkhianat negara sdh selayaknya nanti jadi penghuni penjara salemba biar tau diri dan tau rasa,,,,,,kita nantikan waktulah yg akan jadi saksi bisu nya.>>>>>>>>>
dari dulu saya bertanya2 kenapa tiap ada penggerebekan teroris, anggota pks plg tidak senang?