Ditolak Rumah Sakit, Bayi Enam Bulan Meninggal

Megapolitan / Umum / Selasa, 16 Maret 2010 11:50 WIB

Metrotnews.com, Tangerang: Seorang bayi yang ditolak sebuah rumah sakit akhirnya meninggal dunia. Rumah Sakit Asri Asih, Karawaci, Tangerang, Banten, menolak bayi bernama Elsa Ainurrohmah itu, karena pihak keluarga belum bisa menyediakan uang muka sebelum dirawat.  Kasus tersebut tentunya menambah daftar hitam ketidakpedulian rumah sakit pada pasien miski.

Kediaman Elsa di Cikupa, Tangerang, oun disesaki kerabat dan tetangganya. Bayi kecil ini harus menanggung beban besar tak bisa diselematkan nyawanya, hanya karena orang tuanya tak memiliki uang. Bayi berumur enam bulan anak pasangan Paidi dan Septi Nurngani ini awalnya hanya menderita flu ringan. Namun saat minum obat, tiba-tiba terjadi reaksi dalam tubuh Elsa. Obat yang diminumnya ternyata masuk ke dalam paru-parunya. Elsa pun mengalami kejang-kejang dan kesulitan bernafas.

Mengetahui anaknya sakit, orang tua Elsa langsung membawanya ke RS Sari Asih Karawaci. Namun hanya karena belum bisa menyanggupi uang muka perawatan sebesar Rp 10 juta, Elsa dibiarkan dan tak bisa mendapatkan pelayanan medis rumah sakit. Orang tua Elsa pun bermaksud memindahkannya ke RS Umum Tangerang. Namun dalam perjalanannya ke RSU Tangerang, nyawa Elsa tak tertolong lagi.

Pasangan Paidi-Septi tidak menyangka Elsa pergi secepat ini. Sebagai orang miskin, mereka harus menerima kenyataan pahit bagaimana sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatan. Menurut mereka, rumah sakit dan pemerintah seolah tak pernah mau tahu persoalan yang dihadapi warga miskin.(RIZ)



Bookmark and Share

KOMENTAR [6]

  • indon, Rabu, 17-Maret-2010

    kalo mo tau indonesya... yach kayak bginilah indon.. Ga punya adab.. inilah indon sesungguhnya

  • Oknum, Rabu, 17-Maret-2010

    Semoga Rumah sakit itu bangkrut

  • angga, Selasa, 16-Maret-2010

    sebaiknya kita tidak terburu-buru menghakimi rumah sakit ini, karena masalah sebenarnya belum jelas, karena bila terjadi sesuatu pada rumah sakit ini misalnya rumah sakitnya di tutup , atau menurun konsumennya ,padahal kita juga mesti ingat bahwa ada banyak orang yang juga bekerja di rumah sakit itu dari mulai satpam, cleaning service ,perawat, petugas gizi, tukang parkir dsbnya yang mungkin jumlahnya lebih dari 100 orang yang juga punya keluarga yang semuanya bergantung pada rumah sakit itu, Kita mesti arif melihat permasalahan

  • andi, Selasa, 16-Maret-2010

    INI MERUPAKAN KESALAHAN PEMERINTAH YANG KURANG MELAKUKAN KONTROL TERHADAP PELAYANAN YANG DIBERIKAN OLEH RUMAH SAKIT!!!!! MENURUT SAYA RUMAH SAKIT MANAPUN LEBIH MEMENTINGKAN UANG DARI PADA NYAWA ORANG.

  • bagyo, Selasa, 16-Maret-2010

    Innalillahi wa'inaillaihi rojiun, sampai kapan kasus2 seperti ini bisa berakhir

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *