Orang Tua Bayi Kembar Prematur Ditekan Rumah Sakit
Metrotvnews.com, Bekasi: Pasangan Sulistyaningsih dan Ridwan semula begitu gembira karena bisa mendapatkan buah hati kembar. Namun, bayi laki-laki bernama Ibrahim Ahmad dan perempuan Safa Ahmad yang lahir 10 Maret lalu ini ternyata prematur. Bayi kembar lahir dengan berat 500 gram dan 800 gram, sehingga harus dirawat dalam inkubator.
Empat hari dirawat di inkubator Sulistyaningsih dan suaminya harus membayar Rp 28 juta. Jumlah ini tentu terlalu besar bagi Ridwan yang sehari-hari hanya bekerja sebagai teknisi lepas. Sulistyaningsih dan Ridwan baru sanggup membayar Rp 1 juta.
Inilah pangkal malapetaka itu datang. Pihak Rumah Sakit Bella, Bekasi, Jawa Barat, tempat bayi kembar ini dirawat, memaksa Ridwan membayar seluruh tagihan. Jika tidak, bayi kembar akan dikeluarkan dari inkubator.
Padahal, pasangan suami-istri ini telah mengantongi surat keterangan tidak mampu. Keduanya juga berusaha memindahkan kedua bayi ke dua rumah sakit pemerintah. Apa daya, usaha ini pun mentok karena, lagi-lagi, dua rumah sakit rujukan menolak dengan alasan fasilitas ICU mereka penuh.
Lantaran terdesak, orang tua bayi meminta bantuan Komisi Nasional Perlindungan Anak. Sekjen Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyatakan, tindakan Rumah Sakit Bella melanggar Undang-Undang Kesehatan. Pihak rumah sakit seharusnya lebih mengutamakan hak hidup anak.
Belum usai perjuangan Sulistyaningsih dan Ridwan, Selasa (16/3) pukul 06.50 WIB bayi bernama Safa telah pergi menghadap Illahi. Pihak Rumah Sakit Bella yang dimintai penjelasan Metro- TV tidak bersedia memberi keterangan. Alasannya, bagian hubungan masyarakat sedang libur.
Inilah kenyataan ironis. Program Jamkesmas yang dicanangkan pemerintah ternyata tidak mampu menjadi jaminan bagi warga miskin memperoleh layanan kesehatan. Tindak sewenang-wenang rumah sakit seperti ini membuat pasien miskin tak akan pernah mendapat pelayanan kesehatan yang baik.(DOR)




ya emang kerasa oleh sy sendiri, baru 7 hari sy hrs ngeluarkan uang sebesar puluhan juta tuk bayi kembar sy yg prematur, dan sy bingung ku bayar kedepannya lg gimana. ku coba program pemerintah tp tak penuh hanya potong 20 persen apakah warga miskin hanya dapat mejerit dalam hati, tolonglah pemerintah lbh memperhatikan kami. sy bayi kembar sy pun msh dalam perawatan di rmh skt hingga sekarang
orang kayak kita nih, orang indonesia yg gak punya perikekhewanan apalagi kemanusiaan
assalamualaikum... tolong lebih perhatikan warga yang ekonominya sangat minim. dan bagi pihak rumah sakit, tolong hagailah program pemerintah yang telah diadakan. program tersebut akan terwujud jika pihak rumah sakit mau bekerja sama dengan pemerintah. lagipula, apakah saat ini sudah tak ada lagi yang memiliki hati nurani?? sampai bisa terjadi kejadian yang senaas ini... terimakasih. wassalam.
Mau sampe kapan nyawa orang yang kurang mampu melayang sia2 hanya karena tidak punya uang untuk berobat or mendapatkan tindakan medis lainnya? Bukannya dulu para dokter n petugas medis sebelum bisa praktek, disumpah jabatan? Bukannya dulu waktu kuliah pernah diajarkan tentang moral n hati nurani serta tidak pilih2 dalam melayani siapapun (termasuk yang bukan golongan berduit) dalam hal mengobati? Wahai pemerintah, tolong donk perhatikan nasib rakyatmu! Jangan bisanya bertengkar layaknya anak kecil! Mana janji manismu dulu?! Janji2 tinggal janji! Kami butuh bukti BUKAN janji!
Semoga Rumah Sakitnya bangkrut dan dokter2 nya masuk rumah sakit jiwa