Lika-Liku Enceng dan Pura
Metrotvnews.com, Jakarta: Berdasarkan catatan kepolisian, Pura Sudarma dan Enceng Kurnia, termasuk tokoh penting dalam kaderisasi dan pembentukan aliansi baru teroris di Indonesia. Keduanya pernah mengikuti latihan militer di Mindanao, Filipina. Mereka juga menjadi instruktur pelatihan militer di sejumlah markas Darul Islam di Tanah Air.
Nama keduanya melambung setelah ditembak mati polisi di Leupung, Aceh Besar. Publik tidak pernah menduga, kedua teroris muda itu menjadi tokoh sentral dalam kaderisasi teroris di kawasan hutan Aceh. Kepolisian mencatat Pura Sudarma alias Jaja dan Enceng Kurnia, merupakan aktivis NII (Negara Islam Indonesia) dari ring Banten. Mereka membangun aliansi baru teroris di Indonesia pasca-Noordin Mohammad Top.
Meski baru dikenal publik, sepak terjang Pura Sudarma dalam jaringan terorisme sudah mulai sejak 1999. Ia mengirim sejumlah anggotanya dari markas Darul Islam di Banten, untuk berlatih militer di Mindanao. Di antaranya Iwan alias Rois, terpidana mati kasus pemboman Kedutaan Besar Filipina tahun 2004. Jaja kemudian bergabung dengan kelompok Jatih Asih yang akhirnya juga berhasil diendus polisi.
Terbongkarnya jaringan Jati Asih, memaksa Pura membangun jaringan sendiri. Ia menjadikan Aceh sebagai basis pelatihan militer. Mulai dari perekrutan pelatihan, hingga pendanaan. Ia juga mengundang Dulmatin ke Tanah Air untuk menjadi guru bagi anggotanya yang direkrut dari empat jaringan. Yakni Jamaah Islamiyah, Darul Islam, Jamaah Ansharut Tauhid, dan Majelis Mujahidin Indonesia.
Selain Dulmatin, instruktur pelatihan militer di sejumlah markas Darul Islam Enceng Kurnia, juga ikut memperkuat barisan Pura Sudarma di Aceh. Enceng dikenal pernah membantu Dulmatin dan Umar Patek berangkat ke Mindanao tahun 2003. Ia mengatur jalur utama pengiriman orang-orang yang hendak berlatih militer ke Mindanao, melalui Kalimantan Timur dan Sabah, Malaysia.(*)



