Ratusan Rumah di Pinrang Masih Terendam Banjir

Headline News / Nusantara / Rabu, 17 Maret 2010 10:09 WIB

Metrotvnews.com, Pinrang: Ratusan rumah di dua desa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, hingga Rabu (17/3), masih terendam banjir akibat meluapnya Sungai Saddang. Ketinggian air mencapai 70 centimeter hingga satu meter. Dua desa yang dilanda banjir adalah Desa Salipolo, Kecamatan Cempa dan Desa Bababinanga, Kecamatan Duampanua.

Jumlah rumah yang terendam di dua desa tersebut diperkirakan mencapai 300 unit. Banjir terparah terjadi di Dusun Cilellang dan Dusun Babana, Desa Bababinanga, Kecamatan Duampanua. Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 1,5 meter.

Luapan Sungai Saddang sudah merendam kawasan itu selama dua hari. Sungai Saddang merupakan salah satu sungai terpanjang di Sulawesi Selatan. Sebagian warga sudah mengungsi, kecuali warga yang memiliki rumah panggung. Kawasan tersebut merupakan langganan banjir kiriman dari wilayah hulu, seperti dari pegunungan Pinrang dan Kabupaten Enrekang.

Warga menyatakan, tanggul di desa mereka tidak memadai menahan luapan air setiap kali banjir kiriman tiba. Warga bersedia memindahkan rumah ke kawasan yang lebih aman, namun mereka tidak memiliki biaya membangun rumah baru. Warga korban banjir juga mulai kehabisan persediaan makanan, karena terganggunya akses jalan keluar dan masuk pemukiman.(RIZ)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *