Menkes: Salah Besar Rumah Sakit Tolak Pasien

Megapolitan / Metropolitan / Rabu, 17 Maret 2010 11:53 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih berjanji akan menindak tegas rumah sakit yang menolak pasien, terutama pasien miskin. Namun, Menteri Kesehatan meminta data terlebih dahulu rumah sakit mana saja yang menolak pasien miskin tersebut.

Hal tersebut diutarakan Menteri Kesehatan menanggapi tekanan Rumah Saskit Bella, di Bekasi, Jawa Barat, yang menekan orang tua pasien bayi kembar prematur untuk melunasi biaya perawatan. Akibatnya, salah satu bayi tersebut meninggal. "Seorang pasien harus ditangani dulu. Salah sekali apabila rumah sakit menolak," kata Endang. Namun, kata Endang, ia akan melihat terlebih dahulu apakah menolak atau tidak. Ia akan meminta laporan lengkap.

Pihak Rumah Sakit Bella, Bekasi, Jawa Barat, membantah menekan orang tua bayi prematur. "Sampai saat ini bayi tetap dirawat dan mendapatkan fasilitas inkubator," kata juru bicara Rumah Sakit Bella Maistri Manullang. Pihak rumah sakit sudah berusaha merujuk pasien ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang dinilai lebih lengkap. Tapi, kata Maistri, keluarga meniolak. "Keluarga sudah meneken penolakan itu," kata Maistri.

Rumah Sakit Bella membantah meminta orangtua Bella membayar terlebih dahulu sebelum dirawat. "Karena saat akan dirawat, keluarga tidak mengatakan tidak mampu," kata Maistri. Untuk yang dirawat di ICU, kata Maistri, prosedurnya harus ada gambaran biayanya seberapa dan apa saja yang diperlukan. "Itu hanya informasi kepada keluarga. Meski sampai sekarang belum membayar uang muka, bayi tetap kita rawat," kata Maistri.(DOR)



Bookmark and Share

KOMENTAR [5]

  • mangudel, Rabu, 17-Maret-2010

    Ituma sudah lumrah di indonesia mah atuh... Bahwa orang miskin mah : tidak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yg layak, tidak berhak mendapatkan perlindungan hukum yg layak, tidak berhak mendapat pendidikan yg layak.. Intinya orang miskin mah tidak berhak mendapatkan apa2, sudah hidup juga untung!! Tidak ada namanya perhatian dari negara, kalupun dilakukan hanya sekedar seremonial belaka (aksesories) yg sifatnya hangat2 tai ayam. "ORANG MISKIN, ANAK2 TERLANTAR DIPELIHARA OLEH NEGARA" kenyataannya diterjemaahkan dalam arti sederhana yaitu : DIPELIHARA DAN TIDAK BERUSAHA DI-ENTASKAN" seperti apada pengertian "MEMELIHARA KEBODOHAN"....// artinya /BODOH KOQ DIPELIHARA////..................

  • Ramadan Ali, Rabu, 17-Maret-2010

    Dampak Neoliberalisme, sistem Orba Suharto dan pentingkan kepentingan luar negeri di Indonesia kesehatan dan pendidikan sudah 100% menjadi bisnis biasa. Seperti halnya sembako, CPO dll. Keadaan ini tidak manusiawi dan melawan UUD RI. Bisa diubah hanya sama kekuasaan yang untuk dan oleh bangsa dan rakyat

  • jopie, Rabu, 17-Maret-2010

    Kalau Sistim Kesehatan Kita hanya berdasarkan JAMKESMAS saja maka kejadian pasien ditolak oleh Rumah Sakit tetap terjadi, kami usulkan Kepada DEPKES/Pemerintah membuat Sistem Asuransi Kesehatan National RI yang menjamin Kesehatan seluru Rakyat Indonesia.kita bisa contoh Nagara Thailand,Australia,USA sehingga Kartu Kesehatan berlaku sama dengan KTP National sehingga semua Rakyat Indonesia di jamin kesehatannya, dananya diambil dari Pajak atau APBN, sehingga menghindari biaya Kesehatan yang mahal dari RS,Dokter,farmasi yang membebankan biaya tinggi bagi masyarakat dan kami harapkan KPK harus masuk juga ke RS,Praktek Dokter Farmasi karena kasus KKNnya sangat tinggi.

  • jopie, Rabu, 17-Maret-2010

    Kalau Sistim Kesehatan Kita hanya berdasarkan JAMKESMAS saja maka kejadian pasien ditolak oleh Rumah Sakit tetap terjadi, kami usulkan Kepada DEPKES/Pemerintah membuat Sistem Asuransi Kesehatan National RI yang menjamin Kesehatan seluru Rakyat Indonesia.kita bisa contoh Nagara Thailand,Australia,USA sehingga Kartu Kesehatan berlaku sama dengan KTP National sehingga semua Rakyat Indonesia di jamin kesehatannya, dananya diambil dari Pajak atau APBN, sehingga menghindari biaya Kesehatan yang mahal dari RS,Dokter,farmasi yang membebankan biaya tinggi bagi masyarakat dan kami harapkan KPK harus masuk juga ke RS,Praktek Dokter Farmasi karena kasus KKNnya sangat tinggi.

  • aparatur desa yang goblok, Rabu, 17-Maret-2010

    saya tidak setuju kalo rumah sakit menolak pasien.... apa lagi kalo pasien nya orang miskin..... tapi rumah sakit juga menghadapi dilema seperti pisau bermata dua.... tidak dilayani hukum sosial berlaku... di layani rumah sakit yang berhutang sama negara..... emang obat gratis dari pabrik???.... perawat tuh makan apa kalo ga digaji????... kita juga tidak bisa menyalah kan si pasien dan juga pihak rumah sakit.... karena kunci semuanya ada pada aparatur desa yang seharusnya mereka mendata masyarakat miskin dan memberikan kartu JAMKESMAS bagi yang berhak menerima nya..... dan menerangkan kegunaan JAMKESMAS tersebut...... atau mungkin aparatur negara kita yang goblok atau oot...???? tapi kalo orang mampu beli mobil.... dan mampu merokok 1bungkus/hari..... mampu beli makanan siap saji tiap hari.... apa pantas dilayani sebagai kategori masyarakat miskin?!!!!!!!!!..... penyakit (merokok, makanan siap saji) saja mereka mampu beli.... kenapa tiba berobat.... berteriak miskin, ditekan sm rumah sakit?????!!!!!......

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *