Bayi Prematur di Bekasi Menunggu Bantuan
Metrotvnews.com, Bekasi: Bayi prematur yang lahir di Rumah Sakit Bella Bekasi, Jawa Barat, Ibrahim Ahmad, hingga Kamis (18/3) ini masih dirawat di inkubator. Ini berarti sudah sepuluh hari Sulistyaningsih, sang ibu, menunggui Ibrahim Ahmad.
Tangan-tangan kecil Ibrahim tak pernah bisa disentuh Sulistyaningsih. Ia hanya bisa memandangi bayi kecilnya yang masih berjuang untuk hidup. Hanya inilah yang bisa dilakukannya. Berdoa pada Tuhan agar Ibrahim diberikan kesempatan untuk lebih lama lagi.
Kehilangan satu bayinya, Safa, yang merupakan pasangan kembar Ibrahim, tak pernah membuat pasangan Sulistyaningsih dan Ridwan putus asa. Menurutnya, ini adalah saat yang tepat bagi mereka untuk berjuang bersama Ibrahim. Hingga kini mereka masih menunggu bantuan pertolongan dari berbagai pihak.
Sejak melahirkan 8 Maret lalu, Sulistyaningsih meminta bantuan Komnas Perlindungan Anak. Menurut laporan Komnas, Sulistyaningsih sempat mendapat tekanan dari Rumah Sakit Bella untuk cepat-cepat membayar biaya rumah sakit. Padahal, uang mereka belum cukup untuk membayarnya. Mereka hanya berbekal kartu Jamkesmas.
Ibrahim Ahmad merupakan bayi kembar yang terlahir prematur. Pasangan kembarnya telah meninggal. Keduanya terlahir dengan berat badan kecil, yaitu 500 gram dan 800 gram.
Rumah sakit Bella menyatakan tak akan memberikan batasan untuk perawatan. Pihak rumah sakit, kata Mesri Manullang, merujuk agar Ibrahim dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan alat di rumah sakit. Kini, orangtua hanya bisa berharap bantuan untuk kesehatan dan kesembuhan anaknya.(DOR)




Saya sudah melihat tanyangan Metro Siang, 27 Maret 2010..... Sebagai referensi terhadap pemberitaan MetroTV, mohon untuk dicantumkan didalam Video Terkait. Yaitu pemberitaan pada tanggal 27 Maret 2010, di Metro Siang. mengenai pernyataan dari Orangtua Bayi, (video streaming).... sehingga tidak terjadi ketimpangan informasi.... atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasiih....
yang sangat perlu kami klarifikasi disini adalah mengenai pemberitaan tentang ; "Menurut laporan Komnas, Sulistyaningsih sempat mendapat tekanan dari Rumah Sakit Bella untuk cepat-cepat membayar biaya rumah sakit. " Hal tersebut sudah kami klarifikasi dengan KOMNAS Perlidungan Anak pada hari Jumat, 19 Maret 2010.. yang pada pokoknya.. menyatakan RS Bella tidak pernah melakukan Penekanan ... yang ada adalah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlalku Pihak RS berkewajiban melaporkan dan atau memberitahukan kepada Pasien tentang biaya yang timbul akibat Perawatan bayi tersebut.... terhadap inipun sdh dilakukan konprensi pers yg juga diliputi oleh Metro TV... namun tidak di tayangkan Pada hari minggu tanggal 20 Maret 2010, sewaktu Bayi kedua Ibrahim Ahmad meninggal dunia ... juga telah dilakukan konprensi pers yang di hadiri oleh KOMNAS PA, Pihak RS, Dinas Kesehatan dan Orang Tua Pasien .. yang juga di liput oleh wartawan Metro TV... namun sampai saat ini kami belum melihat berita tersebut di tayangkan ... kami sangat berkepntingan atas penayangan pemberitaan tersebut,, karena menyangkut nama baik kami RS Bella... demikian komentar kami untuk menjadikan perhatian ... terima kasih...
Saya sependapat dengan RS BELLA bayi tersebut dirujuk ke RSCM karena ditunjang oleh alat-alat yang lengkap dan merupakan rumah sakit terbesar di Indonesia