Abu Rimba Menyerahkan Diri
Metrotvnews.com, Aceh Besar: Munir alias Abu Rimba (28), tersangka teroris, menyerahkan diri ke Markas Kepolisian Resor Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu (17/3) pukul 23.00 WIB. Dia dijemput polisi di rumahnya di Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, sekitar 70 kilometer dari Banda Aceh.
Abu Rimba dibawa ke Markas Polres Aceh Besar dan tiba dini hari tadi. Bekas anggota Front Pembela Islam (FPI) ini juga menyerahkan sepucuk senjata AK 47, empat magazin, dan puluhan butir amunisi.
Kabid Humas Polda Aceh Komisaris Besar Polisi Faris AS mengatakan, Abu Rimba menyerahkan diri atas desakan orang tua dan teman-temannya. Selain Abu Rimba, Mukhtar--tersangka teroris lainnya--juga telah menyerahkan diri.
Ketua FPI Aceh Tengku Yusuf Al Kordawi membenarkan Abu Rimba pernah menjadi anggota FPI. Tapi dia mengaku, tak tahu Abu Rima terlibat jaringan teroris Jamaah Islamiyah atau tidak.
"Abu Rimba pernah menjadi salah satu dari 15 orang yang direkrut menjadi relawan pertama dari Aceh yang akan dikirim ke Palestina," kata Tengku Yusuf.
Tengku Yusuf menjelaskan, sebelum diberangkatkan ke Palestina, relawan sempat berlatih dan belajar bahasa Arab, sejak Februari 2009, di Jawa Barat dan Jakarta. Mereka kemudian kembali ke Aceh.
"Mungkin selama pendidikan di Jabar dan Jakarta mereka sudah terpengaruh kelompok JI," ujar Tengku Yusuf. "Yang jelas kelompok teroris di Aceh tak ada hubungannya dengan FPI."(ICH)




Merokok itu memang didalam islam dianjurkan untuk meninggalkannya tapi tidak diharamkan... saya sangat terkejut melihat pemimpin- pemimpin islam yang saya kagumi mengeluarkan statement dan fatwa yang membingungkan.... sebab haram itu kalau dikerjakan neraka tantangannya.... rasulullah saja yang jelas bersih , untuk menetapkan sesuatu yang berkaitan dengan fiqih ( hukum)selalu berdoa kepada Allah... ini kita ummatnya yang bisa menjadi pengikutnya saja masuk syurga diragukan....sudah menetapkan sesuatu hal yang mempunyai konsekwensi tinggi dan perlu pemahaman yang sangat mendalam ... saya sangat kecewa melihat pemimpin agama( umaro) saya lebih mengutamakan dunia dari pada berbicara yang hak menurut agama.... yang pasti haram saja dulu di apllikasikan kesemua ummat islam... seperti Tutup aurat bagi wanita muslim saja belum bisa di maksimalkan padahal itu jelas sekali berdosa (HARAM)...jadi lah umaro yang bisa di percaya dan dibanggakan seperti hal nya rasulullah ... jangan dibuat-buat sehingga terkesen mencari sensasi saja ( ini mendahulukan nafsu ) juga haram itu pak!!!!!