Enam DPO Teroris di Aceh Masih Diburu

Metro Siang / Hukum & Kriminal / Kamis, 18 Maret 2010 12:41 WIB

Metrotvnews.com, Aceh Besar: Operasi Walet Rencong II di Aceh berakhir Kamis (18/3) ini. Sebanyak 170 personel Brimod Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat dan Kedung Halang Bogor yang dperbantukan ke Aceh akan dipulangkan mulai Jumat (19/3) besok secara berkala.

Sejauh ini ada dua daftar pencarian orang (DPO) yang menyerahkan diri. Setelah Tengku Muhtar, kemarin satu orang DPO bernama Abu Rimba juga menyerahkan diri. Sampai hari ini masih ada enam DPO yang belum tertangkap. Mereka terlibat dalam sejumlah aksi terorisme di Aceh.

Dua di antara mereka adalah Abu Yusuf asal Solo, Jawa Tengah. Yusuf adalah pelatih militer. Ada juga Tono, adik Jaja atau Pira Sudarna, yang tewas dalam kontak tembak dengan aparat di Polsek Leupung, Aceh Besar, pekan lalu. Sejauh ini total senjata yang bisa dikumpulkan 19 senjata, empat dari Lhokseumawe, sisanya dari Aceh Besar.

Abu Rimba alias Munir (28), tersangka teroris, menyerahkan diri ke Markas Kepolisian Resor Aceh Besar, Rabu sore. Dia dijemput polisi di rumahnya di Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, sekitar 70 kilometer dari Banda Aceh.

Abu Rimba dibawa ke Markas Polres Aceh Besar dan tiba dini hari tadi. Bekas anggota Front Pembela Islam (FPI) ini juga menyerahkan sepucuk senjata AK 47, empat magazin, dan puluhan butir amunisi.

Ketua FPI Aceh Tengku Yusuf Al Kordawi membenarkan Abu Rimba pernah menjadi anggota FPI. Tapi dia mengaku, tak tahu Abu Rima terlibat jaringan teroris Jamaah Islamiyah atau tidak. "Abu Rimba pernah menjadi salah satu dari 15 orang yang direkrut menjadi relawan pertama dari Aceh yang akan dikirim ke Palestina," kata Tengku Yusuf.

Tengku Yusuf menjelaskan, sebelum diberangkatkan ke Palestina, relawan sempat berlatih dan belajar bahasa Arab, sejak Februari 2009, di Jawa Barat dan Jakarta. Mereka kemudian kembali ke Aceh. "Mungkin selama pendidikan di Jabar dan Jakarta mereka sudah terpengaruh kelompok JI," ujar Tengku Yusuf. (DOR)



Bookmark and Share

KOMENTAR [1]

  • Khudri Ahmad, Kamis, 18-Maret-2010

    Assalamualaikim Wr Wb. Dengan hormat Sesuai dengan berita berita di Media elektronik perihal tertangkapnya anggota teroris ( dugaan) di Aceh baru baru ini maka dengan ini saya sampaikan bahwa apakah ada hubungannya dengan anak anak perempuan kami yang hilang di Medan. Sebelas bulan yang lalu tepatnya tgl 26 Maret 2009 saya kehilangan anak pr umur 23 tahun alumni USU Medan sampai sekarang tidak ada kabar beritanya, dan masih banyak lagi anak anak pr di Medan yang hilang (lebih 20 an orang ) Kami sudah lelah mencarinya, baik melaporkankan ke Polisi (Polsek Medan,) MUI Medan, orang pintar, serta berdo’a namun belum juga kembali. Bulan Nopember 2009 saya ada menemukan lokasi dan profesi mereka di Langsa dan Lok Seumawe Aceh. Adapun profesi mereka adalah membuka Les private : B Inggris, B Indonesia, B Arab, Matematika dan Les Komputer di tempat mereka kost, disamping itu mereka berjualan kue, susu kedele dll keliling pertokoan dan didepan kost mereka. Ada satu rumah di Langsa kami grebek bersama Kepling, Polisi setempat dan rekan rekan, dari satu rumah tersebut ada 6 orang cewek semuanya . Ternyata kesemua anak tsb lari dari orang tuanya Alhamdulillah berkat bantuan polisi Langsa kesemua anak tsb sudah dikembalikan ke orang tuannya betapa gembiranya orang tuanya saat itu, sementara anak saya sendiri tidak ketemu. Anehnya setelah satu bulan anak yg sudah dikembalikan tsb lari lagi dari orang tuanya ( dari 6 orang tinggal 2 belum lari ). Pada saat saya mencari anak saya ke kampung lain ternyata anak saya pernah juga tinggal di salah satu kampung di Langsa karena Photo Copi KTP anak saya ada terdata/tersimpan di satu Kepling dan anak anak yang dikembalikan tsb adalah teman teman anak saya juga. Ada dua rumah lagi di Langsa yang kami gerebek, ternyata didalam rumah tsb semua cewek rata rata umur 20 thn profesinya juga berjualan, karena keterbatasan kami mereka tdk mengaku lari dari orang tuanya, setelah 1 jam kami pergi dari rumah tsb merekapun lari dengan meninggalkan barang barang spt : pakaian, alat memasak dll. Kemudian saya pergi ke Lok Seumawe, tepatnya di Batupat saya menemukan lagi satu rumah semuanya 5 orang cewek dengan profesi yang sama seperti di Langsa. Satu diantaranya adalah bekas teman anak saya di Langsa dan Alhamdulilah sudah saya kembalikan ke orang tuanya, tetapi saat di perjalanan bersama orang tuanya anak tsb lari lagi dari orang tuanya. Kami cari lagi ketempat lain di Lok Seumawe, sebelum kami sampai di rumah yg kami curigai mereka sudah lari sementara barang barangnya sebagian tinggal spt : pakaian, alat memasak dll. Dari kronologis cerita saya diatas kiranya saya yakin bpk bisa mempelajarinya dan kira kira apa motivasi dari anak anak kami yang hilang, apakah mungkin anak anak ini sbg tumbal untuk pencari dana kegiatan dari pelaku yang akhir akhir ini bapak temukan, karena uang hasil pencarian mereka katanya disetor ke seseorang dan orang yg merekrut mereka saat di Medan loghatnya seperti orang Jawa kami mhn agar bpk bisa membantu kami untuk menemukan anak2 km tsb Demikian yang bisa saya sampaikan atas kebaikan bapak kami ucapkan terima kasih dan bila bapak memerlukan saya untuk lebih jelasnya saya bersedia untuk dipanggil. Wassalam Tanjung Gading 8 Maret 2010 Khudri Ahmad Ongah Jl Salak Komplek PT Inalum S-12-17 Tanjung Gading Batubara SUMUT No HP 081375999056

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *