Orangtua Almarhum Elsa akan Tuntut RS Sari Asih
Metrotvnews.com, Tangerang: Paidi dan Septi, orangtua dari Elsa Ainurohmah--bayi yang meninggal setelah ditolak berobat oleh Rumah Sakit Sari Asih--memastikan akan mengambil langkah hukum. Sebaliknya, pihak RS Sari Asih Tangerang, Banten, masih mengupayakan agar kasus ini diselesaikan dengan jalan damai.
Kedatangan pihak RS Sari Asih dan memberikan uang santunan sebesar Rp200 ribu tak mampu menghilangkan kesedihan Paidi dan Septi. Alasannya, Elsa Ainurohmah takkan bisa kembali lagi ke tengah-tengah mereka.
Paidi dan Septi serta keluarga kini sedang membicarakan proses hukum yang akan ditempuh. Menurut Paidi dan Septi, jalur hukum pantas ditempuh karena nyawa anak mereka tak bisa digantikan dengan apapun juga. Baik dengan permintaan maaf maupun dengan dua lembar Rp100 ribu.
Di tempat terpisah, Direktur RS Sari Asih Mahruzzaman Naim masih membantah bahwa pihak mereka telah menolak Elsa ketika dalam kondisi kritis. Bahkan, menurut Mahruzzaman, pihak rumah sakit telah melakukan penanganan awal terhadap Elsa.
Kasus ini merebak ketika Elsa yang dalam kondisi kritis, dibawa orangtuanya ke RS Sari Asih, Karawaci, Kota Tangerang, Banten. Pihak rumah sakit menyatakan mau merawat Elsa, asalkan ada jaminan uang tunai sebesar Rp10 juta. Karena tak punya uang sebesar itu, Paidi dan Septi akhirnya bermaksud membawa Elsa ke rumah sakit lain. Sayang, Elsa meninggal dalam perjalanan. Kasus ini kian menambah jumlah keangkuhan rumah sakit yang telah melakukan penolakan terhadap warga miskin di Indonesia.(DSY)




MUDAH2an,......ada yg masih bsa membantu sesama dan yg di atas sana yg punya jabatan bisa sadar bahwa amanah akan di pertanggung jawabkan di hari akhir nanti,..............semoga d jabah allah doa orang2 yg sedang kesusahan
rumah sakit emang cuma untuk orang kaya.... ngak punya duit ngak boleh masuk rumah sakit, langsung masuk kubur aja. jangankan rumah sakit swasta, RSCM aja bukan utk orang miskin,, nasib..nasib.. biarlah miskin di dunia tapi kaya diakhirat sana.. hmmm