ICW: Markus di Tubuh Polri Sudah Lama
Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia Corruption Watch menilai bahwa makelar kasus di tubuh Polri, bukan hal yang baru. Namun sampai saat ini belum ada proses hukum terhadap pelaku markus di tubuh Polri. Sejauh ini hanya sebatas tindakan sanksi administrasi yang dijatuhkan.
Hal itu disampaikan Wakil Koordinator ICW Emerson Junto di Jakarta, Jumat (19/3), sekaligus menanggapi pernyataan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji.
Menurut Emerson, sebelum pernyataan Susno, beberapa perwira petinggi kepolisian diduga terlibat kasus suap dalam penanganan kasus BNI. Dalam kasus tersebut ada Kamismoko, Similagung dan sejumlah perwira lainnya. Seakan meng-iyakan pernyataan Susno, Emerson menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada proses hukum terhadap pelaku markus tersebut. Emerson berharap, dengan adanya testimoni Susno, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi dukungan.
Seperti diketahui, belum lama ini Susno menyingkap sepak terjang para jenderal polisi yang terlibat makelar kasus pajak. Jejak para jenderal markus di tubuh Polri itu diendus Susno tahun 2009 lalu saat menjadi Kabareskrim. Namun kasus itu tenggelam seketika karena Susno keburu dicopot dari Kabareskrim.
Dalam keterangan pers, kemarin, sesaat sebelum menghadap Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Susno memaparkan inisial para perwira tinggi dan menengah yang menjadi markus pajak. Mereka antara lain Brigjen E, Brigjen RE, Kombes E dan Kompol A. Keterlibatan para perwira Polri itu terjadi saat Brigjen Edmon Ilyas menjadi Direktur II Ekonomi Khusus Polri.
Keberanian Susno mengungkap para markus di tubuh Polri itu juga dikuatkan Kepala Pusat Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein. Yunus mengaku telah menemukan aliran dana mencurigakan senilai Rp25miliar, seperti disebutkan Susno. Namun Yunus enggan memastikan adanya indikasi markus dalam transaksi tersebut.(DSY)




@YUSUF KALLAH Memang Kau Penjilat Pantat SBY saja Bah ! Ibumu memang PELACUR Sarkem!
MASUK JADI POLISI AJA BAYAR SAMPE 70 JUTA...ungkap semua rekeneng oknum polri yang mencurigakan...mereka dapat uang darimana ??
Setuju pisan...borok Polri itu sebetulnya sudah lama terjadi. Masih ingat skripsi 147 mahasiswa Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) angkatan 39-A tahun 2003 yang menyebutkan para mahasiswa menemukan adanya indikasi korupsi di tubuh Polri yang sudah melembaga.Untuk bisa masukSekolah Staff dan Pimpinan ( Sespim), ada tarif khusus yang mencapai Rp 25 juta-Rp 30 juta per orang. Jadi kalau masih ada orang seperti Profesor Kastorius tidak mempercayai data yang disampaikan Susno ke Tim Satgas, saya jadi ragu jangan-jangan Kastorius tidak pernah baca literatur tapi asal ngomong...bikin malu negeri ini saja Kastorius itu..
jangankan markus para pengedar narkoba ada polisi. bandit perampok banyak tu polisi. penyebab utama nya makanya begitu dia masuk polisi aja bayar sampai puluhan bahkan ratusan juta biar masuk polisi padal kalau dipkir2 duit ratusan juta udah bisa bikin modal usaha kecil. makanya kebanyak yang jadi polisi bukan dikarenakan kemampunnya di saat tes polisi melainkan kemampuan duit seseorang untuk menjadi seorang polisi makanya banyak markus di tubuh polri
@oding s sontoloyo...ANAK PKI TERLAHIR DARI SETETES NANAH BUSUK YANG DIKANDUNG OLEH SEORANG LONTE DAN MENGHASILKAN BINATANG ODING S SULAEMAN...JD BAPAK DAN IBU KAU YANG PERLU DIGANTUNG...