Stan Pariwisata Indonesia di Berlin Padat Pengunjung
Metrotvnews.com, Berlin: Situasi politik yang kondusif dan keberhasilan polisi melumpuhkan para pelaku terorisme dinilai oleh partisipan Internasional Tourismus Borse 10 - 14 Maret di Berlin, Jerman, sebagai jaminan bahwa Indonesia aman untuk dikunjungi. Menurut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, masyarakat Eropa mulai kembali melirik Indonesia sebagai tujuan wisata.
Menbudpar mengatakan, selain karena sejumlah tujuan wisata telah dilakukan pembenahan, juga karena keberhasilan aparat kepolisian dalam menangani terorisme. Masyarakat Eropa juga menilai situasi politik Indonesia sangat kondosif, kendati politisi di Tanah Air sedang fokus pada kasus Century.
Kesetaraan Indonesia dalam pameran ini didukung oleh 80 pengusaha di sektor pariwisata. Selama lima hari pameran, mereka menjaring calon wisatawan, baik perorangan maupun kelompok. Secara keseluruhan, selama lima hari pameran, delegasi Indonesia berhasil meraup komitmen 149 ribu calon wisatawan Eropa. Mereka akan bertandang ke Indonesia selama tahun ini. Pencapaian ini meningkat jika dibanding tahun lalu yang hanya meraup 78 ribu wusatawan.
Untuk mendekatkan suasana ke-indonesiaan dalam pameran tersebut dibangun Paviliun Papua yang ramai dipadati pengunjung. Paviliun ini diramaikan dengan dispaly seorang seniman yang sedang memahat patung suku Asmat.
Selain itu juga ditampilkan tradisi asli Indonesia, berupa sulam. Peragaan dan pameran sulam ini mendapatkan perhatian luar biasa dari pengunjung dengan berusaha menyelami tradisi tersebut. Di samping itu, pemerintah juga menghadirkan Counter Kopi Indonesia yang menyuguhkan kopi kepada para pengunjung.
Tahun ini kesetaraan Indonesia bertambah besar, baik jumlah pengusaha yang berpartisipasi maupun ruangan yang disewa. Secara keseluruhan, desain Paviliun Indonesia didominasi warna cerah dengan menampilkan foto-foto yang menggambarkan ke-khasan budaya, seperti Candi Prambanan serta ikon-ikon Bali.
Pengunjung juga tak melewatkan suguhan sejumlah kesenian asli Indonesia serta peragaan busanan batik. Peragaan busana itu sendiri merupakan terobosan baru bagi promosi wisata, seirama dengan meningkatkan minat wisata Eropa atas batik Indonesia.(DSY)



