Kawasan ST Theologi Baptis Kotaraja Masih Mencekam
Metrotvnews.com, Jayapura: Hari kedua pasca-bentrok antar-warga, aparat keamanan masih menjaga ketat Sekolah Tinggi Theologi Baptis Kotaraja, Jayapura, Papua. Sementara, kedua kubu yang bertikai terlihat masih melakukan ronda dan berjaga-jaga. Mereka melengkapi diri dengan panah dan senjata tajam lainnya.
Warga terus menghimpun kekuatan untuk mengantisipasi serangan susulan dari kubu lawan. Bahkan warga dari daerah lain, seperti Sentani datang lengkap dengan panah dan parang. Sebagian massa berkumpul di depan halaman rumah, sebagian kelompok lainnya melakukan ronda bergantian.
Sementara itu, pihak kepolisian terus berjaga-jaga untuk mengantisipasi bentrok susulan. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga sekitar ikut terganggu.
Sebelumnya aksi baku panah dan lempar batu terjadi antara dua kelompok di sebuah perguruan tinggi theologi/ di Kotaraja. Bentrokan bermula saat salah satu kelompok sedang menggelar rapat, yang tiba-tiba diserang oleh kelompok lainnya. Tiga orang terluka akibat serangan tersebut. Kelompok yang diserang akhirnya melakukan serangan balasan dengan membawa senjata tajam dan panah.(DSY)




kasihan saudara-saudara ku orang papua... entah apa penyebabnya tapi dorang bikin kecewa. bagimana mungkin mereka mau merdeka kalo tidak pernah akur satu dengan yang lain. yang ada setelah merdeka paling papua jadi kaya rwanda. makanya NKRI tetap harus dipertahakan, Papua tidak siap merdeka. PAPUA I CRY FOR' U Jesus Bless Indonesia, our Mother Land
memalukan...! Apalagi berafiliasi dengan Baptis yang dikenal cukup kampiun perjuangan tanpa kekerasan (Martin Luther King, Jimmy carter). Sangat memalukan. Paling banter nanti bilangnya disusupi, maklum kubu Socrates pro kemerdekaan. Aduh...sangat memalukan dan merusak citra.
kekerasan di bumi Indonesia khususnya, bukannya berkurang, malahan makin hari makin bertambah....kedamaian di Bumi Indonesia tercinta ini hanya SLOGAN belaka...sebagai masyarakat yang beriman dan berkeyakinan, masing2 instropeksi diri dong...
kekerasan di bumi Indonesia khususnya, bukannya berkurang, malahan makin hari makin bertambah....kedamaian di Bumi Indonesia tercinta ini hanya SLOGAN belaka...sebagai masyarakat yang beriman dan berkeyakinan, masing2 instropeksi diri dong...
sudah menjadi tradisi, mahasiswa bentrok dimana-mana, kalau bukan dengan polisi. ya dengan sesama mahasiswa, lalu disusupi oleh masyarakat, yang pada akhirnya terjadi perang. Kapan.. kaum intelek ini sadar..Utamakan belajar dong..