Beban Psikologis Jelang Ujian Nasional
Metrotvnews.com, Jakarta: Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan SMP hanya tinggal beberapa hari lagi. Para siswa kelas tiga pun semakin meningkatkan persiapan dengan terus membahas materi-materi yang diperkirakan keluar dalam UN nanti. Sebagian ada yang santai menghadapinya, namun sebagian besar mengaku stres. Mereka khawatir dan malu jika tidak lulus, sehingga harus ikut UN susulan.
Harus lulus. Inilah beban yang dirasakan Stefani Angelica di hari-hari menjelang pelaksanaan UN. Bagaimana tidak, tuntutan agar lulus ujian ini, tak hanya dikatakan oleh orangtua dan para guru di sekolah, Stefani sendiri menyatakan akan menanggung malu jika tak lulus nanti.
Jadi, tak hanya belajar dengan baik, Stefani juga harus mengatasi beban psikologi yang selama ini ada dalam pikirannya. Tidak heran jika sehari-harinya belakangan ini Stefani tidak jauh dari buku-buku pelajaran bermaterikan soal-soal UN. Sampai-sampai Stefani hafal setiap isi halamannya.
Nilai-nilai pelajaran Stefani di sekolah selama ini sangat baik. Stefani adalah pelajar berprestasi di SMP PSKD 1 Jakarta. Apadaya, hanya nilai-nilai bagus di ujian nasional-lah yang menentukan kelulusannya nanti.
Tak hanya Stefani. Teman sekolahnya, Agatha juga melakukan hal yang sama. Hari ini ia datang ke rumah Stefani. Mereka belajar bersama. Mereka juga saling menemani di kala menghadapi stres jelang UN. Seperti Stefani, Agatha juga mengaku akan malu jika tak lulus nanti.
Sstefani dan Agatha merupakan salah satu potret siswa yang menghadapi tekanan psikologis dalam menghadapi UN. Walaupun mereka sudah melakukan persiapan maksimal, seperti belajar bersama, mengikuti try-out hingga belajar keras sampai tak mengenal waktu. Namun apadaya kerja keras ini tak akan berbuah manis, jika mereka tak bisa menjawab soal-soal dalam ujian nasional nanti.(DSY)



